Monday, September 13, 2010

The Afternoon Snack : Eggless Banana Cake

Waahh.. Rasanya sudah lama sekali tidak menulis disini. Bahkan sekarang udah bulan September. Sudah melewati bulan Ramadhan, sudah berlebaran juga. Sekarang saatnya kembali ke rutinitas seperti biasanya. Belom hari ini sih, tapi ini adalah hari terakhir libur.

Sudah mulai jenuh dengan libur yang gak kemana-mana dan gak ngapa-ngapain. Eh, ngapa-ngapain sih, masak-masak untuk lebaran. Tapi, masak sih udah biasa. Tiap hari juga masak. Jadi untuk menghibur hati, tadi akhirnya bikin kue.

Bikin kue apa hari ini? Pastinya bikin kue sehat bergizi, seperti biasanya. Dirumah lagi banyak pisang, jadinya membuat Banana Cake sajaaaaa.....
*Nyam.. Nyam.. Nyam...*
Nemu resep dari hasil browsing-browsing dikit. Sebenernya udah punya resep sendiri, tapi entah kenapa hari ini pengen cari resep baru. Setelah dicoba hasilnya memuaskan kok. Enak, lembut, wangi, aduh pokoknya sekali gigit pengen terus deh. *tiba-tiba laper lagi*

Daaann, karena ini mau dikasih ke Romo Mama untuk snack sore gituu.. Jadi iseng-iseng di hias-hias dikit, biar keliatannya fancy dikit. Hahaha.. Emang lagi iseng banget jadinya begini deehh... tapi ternyata hasilnya jadi lucuuu, jadi 2x lebih menarik untuk di makan...


Mau cobain? Mari-mari... Ini resepnya...

EGGLESS BANANA CAKE
*modified from the original recipe*
Ingredients :
  • 3 ripe Bananas
  • 1/4 cup Vegetable Oil
  • 1/2 cup Brown Sugar, packed
  • 1 teaspoon Salt
  • 1 teaspoon Cinnamon Powder
  • 1 and 1/2 cup Softly Whole Wheat Flour
  • 1 and 1/2 teaspoon Baking Powder
  • 1 teaspoon Baking Soda
  • 1/2 cup Semisweet Chocolate Chips
Method :
Preheat the oven to 350F.
In a large mixer, cream the bananas with the oil, sugar, salt and cinnamon.
Once well combined, add the baking powder and baking soda, followed by the flour, adding it in batches.
Stir in the chocolate chips.
Oil and dust the 12 muffins tin. Pour the batter in. Bake on the center rack for about 18-20 minutes.
Check doneness.
Allow to cool slightly, then serve.

*If you're using an 8" round pan, bake it for 40-45 minutes. In a loaf pan, bake it for 55-65 minutes. In a 24 mini muffins tin, bake it for 13-15 minutes.

HAPPY BAKING! ENJOY YOUR RAINY AFTERNOON.. ;)

Sunday, August 8, 2010

Peut-on Vivre Sans Téléphone Portable et Internet?

"Peut-on Vivre Sans Téléphone Portable et Internet?"
Tergelitik sama pertanyaan ini. Pertanyaan ini sebenernya adalah tugas. Harus dikerjakan. Tapi pertanyaan ini tuh bikin jadi mikir.

Pas les hari Jumat kemaren, kita disuruh mengisi angket << Êtes-Vous Accro Aux Nouvelles Technologies? >> yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi "Apakah Kamu Kecanduan Teknologi Baru?". Cuma check list aja dari 30 pernyataan, mana yang sesuai dengan diri sendiri. Kemudian pertemuan itupun jadi membahas seputar kebiasaan kita dengan teknologi. Berapa pemakaian pulsa selama sebulan, dan itu untuk apa aja. Berapa sering buka internet.

Setelah pembahasan soal pulsa jadi lumayan melebar ke "provider apa yang digunakan untuk internet dan gimana kualitasnya", beralihlah ke topik selanjutnya. Yang mana topik selanjutnya adalah pertanyaan di awal tadi itu.

Kenapa pertanyaan itu bikin jadi mikir. Karena pertanyaan itu kalo diterjemahin ke Bahasa Indonesia, artinya adalah "Bisakah kamu hidup tanpa Handphone dan Internet?". Kalau dijawab secara impulsif, pasti jawabannya adalah "Bisa!". Tapi, yakin tuh sama jawaban itu? Ya bisa sih memang, tapi betah gak? Gak merasa basi? Gak merasa ketinggalan?

Awalnya aku sih juga bilang bisa-bisa aja. Tapi setelah dipikir-pikir, kadang-kadang gak bisa juga (lebih banyak gak bisanya malahan).
Handphone, ya apalagi kalau buat nelfon, sms, dan sesekali seringkali buka internet. Handphone apalagi sih kalau bukan untuk komunikasi? Biar bisa dihubungi. Padahal kalau dipikir-pikir, waktu belum jamannya Handphone, kayaknya tenang-tenang aja ya?
Internet, jaman sekarang, mau apa-apa pasti internet. Bergaul di situs-situ social networking, cari-cari yang perlu dicari di Google, ngobrol-ngobrol di forum, buang ide di blog sampai melakukan kriminalitas dengan download lagu atau film yang jelas-jelas itu bajakan dan gak boleh, tapi tetep aja dilakuin.

Nunggu kuliah, lagi dalam perjalanan, nunggu angkot/bus/taksi, atau lagi gak ada ide mau ngapain, tangan mendadak asik pencet-pencet handphone entah SMS atau berinternet. Kalau gak telfon nempel di kuping, ngobrol sama orang lain yang mungkin lagi berada disituasi yang sama. Di situasi yang disebut dengan iseng. Iseng karena lagi nunggu, iseng karena lagi gak ada kerjaan, iseng karena bosan, dan iseng karena sebab-sebab lainnya.

Pulsa abis, gak ada sinyal, quota abis, internet mati, bisa bikin jadi kesel sendiri. Tiba-tiba jadi bego, gak tau mau ngapain. Sampe marah-marah, ke-bete-an gara-gara gak bisa melakukan kebiasaan. Padahal masih banyak hal lain yang bisa dikerjain.

Sekarang jadi semakin mikir, apa iya bisa tanpa keduanya? Coba pikir lagi.

Friday, August 6, 2010

Blueberry Jam Cupcakes

Dari dulu paling seneng sama makanan dan minuman dengan flavor Blueberry, syukur-syukur kalau bisa dapet yang betul-betul ada buahnya. Jadi bukan sekedar essence aja. Tapi karena susah carinya (pernah sih sekali liat ada yang kalengan, tapi ya mahal), jadi kemaren pas ke toko kue belinya blueberry jam aja. Pilihnya yang agak-agak kasar teksturnya. Pinginnya sih beli yang ada potongan-potongan buahnya, tapi mahaaallll. Jadi beli yang ramah di dompet aja deh.

Karena rasa penasaran yang semakin memuncak untuk bikin kue dengan menggunakan blueberry, akhirnya memutuskan untuk bikin cupcake blueberry. Resepnya aslinya sih sebenernya Vegan Strawberry Cupcakes Using Vinegar, tapi dasar iseng plus nekat, coba-coba aja ganti pake blueberry jam itu.

Saking takut gagalnya, udah berniat untuk bikin setengah resep aja dulu. Tapi, entah kenapa pas udah mulai nakar tepung, langsung batalin niatnya. Nekat aja deh bikin 1 resep penuh, dengan Bismillah yang banyak, berharap jadi dan gak bantat kuenya.

Di resep yang aslinya pake strawberry yang puree gitu, itu yang aku ganti. Dia bikin kurang lebih 8oz (setara dengan 1 cup). Aku gantinya dengan 4 sdm full blueberry jam ditambah air sampe jadi 1 cup (masukin airnya sedikit-sedikit, kalo airnya udah abis tapi udah gak kental ya udah jangan ditambah lagi airnya). Diaduk betul sampe rata dan blueberry jamnya gak terlalu kental lagi. Tadinya mau langsung aja pake 1 cup blueberry jam-nya. Tapi takutnya terlalu berat, nanti adonannya gak bisa naik, malah jadi bantat. Ya udah, modifikasi dadakan deh.

Setelah berhasil bikin puree blueberry jam, mulai deh terusin takar-takar bahan yang lainnya. Aduk-aduk pelan-pelan, bener-bener takut gagal.
Apalagi pas mulai masukin yang bahan basahnya ke bahan kering. Aduh, deg-degan setengah mati. Aduk-aduk lagi, bener-bener pelan-pelan banget, supaya tercampur bener tanpa over doing it. Sementara aduk-aduk, oven juga masih panas sisa manggang cookies. Jadi begitu udah kecampur, langsung deh tuang ke loyang. Dari tampilannya sih meyakinkan, tapi tetep aja hati tak tenang.

Pasang timer, sambil bolak-balik di cek. Ngintip terus dari kaca oven. Liat terus temperaturnya, takut kepanasan lah, takut kurang panas lah. Cemas banget lah pokoknya. Padahal biasanya juga pasang timer terus ditinggal, balik-balik udah mateng tinggal angkat. Begitu timer bunyi, sambil deg-degan dan pegang lidi (mau ngecek udah betulan mateng apa belum), langsung ke oven, baca Bismillah, dan selanjutnyaaaaa............................................

Tadaaaaaaaaaaaaa.... Ternyata berhasil, mengembang, dan tidak bantat. Wangi banget-banget-banget pas udah dikeluarin dari oven. Aduh, seneng banget deh. Sukses!! Luarnya mengkilap gitu, dalemnya teksturnya gak kering dan lembut. Enak banget deh.

Mau coba? Tapi gak mau nekat sok-sokan modifikasi. Ini resep aslinya. Ikutin aja betul-betul sesuai prosedurnya, dijamin jadi dan gak perlu pake acara deg-degan takut bantat.

Ingredients :
  • 1 and 3/4 cups Unbleached All Purpose Flour (aku sih pake segitiga biru aja)
  • 3/4 - 1 cup Sugar (tergantung seleranya gimana, tadi aku pake 3/4 karena selainya kan udah manis)
  • 1 tsp Baking Soda
  • 80z Frozen or Fresh Strawberries, pureed or crushed (8oz = 1 cup)
  • 1 tsp Vanilla Extract
  • 1/2 cup Canola Oil (kalo ga punya, ganti aja pake minyak goreng biasa)
  • 1 tbs White Distilled Vinegar (aku tadi coba pake Apple Cider Vinegar)
Directions :
  1. Preheat the oven 350F/180C for 15 minutes. Grease/line a muffin tin or grease a 9 inch loaf pan.
  2. In a large bowl combine together flour, baking soda and sugar.
  3. In another bowl, mix the oil, vinegar and vanilla. Pureed the strawberries in a blender then add it to the oil mixture and stir to combine. (kalau suka sih haluskan aja pakai garpu, biar ada sedikit potongan-potongan strawberry-nya)
  4. Create a well in the center of the dry ingredients and add the wet ingredients. Stir together but do not overstir.
  5. Pour the batter into the prepared muffin tins.
  6. Bake for about 22 minutes, or until a toothpick inserted into the center comes out clean. If baking in a loaf, bake it for 40-45 minutes and check for the doneness. (aku sih pake cetakan cupcake, dan tambah 5-10 menit lagi. Oven aku panasnya gak stabil)
  7. Remove from the oven and place on a wire to cool. When cool, frost the cupcakes and top with a whole strawberry. (aku gak pake hias-hias lagi, males. Hehe)

Friday Baking : Oatmeal Choco Chips Cookies

Since Romo bought me the new oven, I haven't even once bake something in it. So this morning, Mama asked me wether I'm going to cook something or not. I asked why. She said, if I wasn't gonna cook, then I should try out the oven.

Ah, in an instant, I said Yes! I would love to try and bake something. So I started googling and go browse an easiest cookie recipe. My mixer has gone broken, so I need a recipe which doesn't need an electric mixer. Tadaaaaa!!! I found it!! I found this easy Oatmeal Chocolate Chips Cookies recipe. She said that it was her grandma's recipe. So I tried them out.

I started collecting the ingredients I needed. Flours, oatmeals, choco chips, sugars and others. Measuring them, then putting them in a bowl.

When it's all mixed well, I start scooping them to the greased baking sheets, while starting to heat the oven. I learned that I scoop them to big, so when it's baked they sticks one to another. It doesn't ruin the cookie, only it doesn't have a perfectly round shape. I don't have any problems with the shape. But, I hate seeing them sticks to each other. So the next batch, I scoop it in smaller size.

In 20 minutes (the original recipe says 12-15 minutes, but mine need more time), it's all done!

Perfect cookies!

If you want to try, here goes the recipe. Remember, you don't need an electric mixer. It's all hand stirred.

Ingredients :
  • 1 sticks of Margarine (googled it, and i found that 1 sticks equals 8 tbs)
  • 1/2 cups of Brown sugar (I used palm sugar)
  • 1/2 cups of White sugar
  • 1 Egg
  • 1 tbs Water
  • 1/2 tsp Vanilla
  • 1 cup all-purpose flour (slight, not over)
  • 1/2 tsp Baking Soda
  • 1 tsp Baking Powder
  • 1/2 tsp Salt
  • 1 and 1/2 Cup old-fashioned oats (I used quick cooking oats)
  • 1 to 1 and 1/2 cups Semisweet chocolate chips (I used only 1 cup)
  • OPTIONAL : raisins, walnuts - amounts up to you (I add some chaswes)

Directions :
  1. Preheat oven to 325F.
  2. In a large bowl, combine all the ingredients but the oatmead and the chocolate chips. After well-mixed, add the oatmeal and stir together. Then add the chocolate chips.
  3. Drop by rounded tablespoon onto greased or Silpat cookie sheets. (I used baking sheets, since I don't have a Silpat) . Baked for 12 to 15 minutes.

Thursday, August 5, 2010

Food Substitutions

Having trouble finding the ingredients you needed in one recipe? Too expensive to be bought? The ingredients' not available around your place? You can always substitute them.

I found this very usefull website. It tells you how to substite ingredients. Check them out, maybe it could help you. Just click here!

Happy cooking and baking!

Steamed Chocolate Moist Cake

Recently, I'm in this cake, cupcake and muffin madness. I've been go googling from one web to another, looking for the easiest, simplest recipe I could found.

And I finally found it. I got the recipe from here. I just loved it, the moment I see it, and tried it, then I double loved it after it's done. Unfortunately, I forgot to picture it before it all gone to my tummy. The next time I make it again, I will take some picture of it.

The original recipe came as baked, but I choose to steam it instead of baking it, since steaming a cake has smaller risk to failed. And anyhow, I prefer steaming cakes than baking. Steamed cakes comes more moist. I just love the texture of a steamed cake.

This cake was so delicious. Such a treat in the mouth, and definitely will pleased those whose sweettoothed. I will definitely try to make them again next time. But, I need some other adjustments so the cake will be even more delicious than it already was. (At least for myself.)

Want to try them? Here goes the recipe :

Ingredients :
  • 3 cups Flour (I used all purpose flour)
  • 2 tsp Baking Soda (I used Double Action Baking Powder, since I don't have Baking Soda)
  • 1/2 tsp Salt
  • 6 tbs Cocoa Powder
  • 2 cups Water
  • 2 cups Sugar (I think I'll reduce them into 1 and 1/2 cups, I found it too sweet)
  • 1 tbs Vanilla
  • 2 tbs White Vinegar (Next time, I'm gonna try using Apple Cider Vinegar)
  • 8 tsp Oil (any flavorless kind)
  • A handfull of chocochips (or Raisins)

Instructions :
  1. Preheat Oven to 350F (or, in my case heat the steamer)
  2. Sift the dry ingredients, i.e. flour, baking soda, salt and cocoa powder in a medium bowl.
  3. Whisk sugar and wet ingredients, i.e. water, vanilla, vinegar, and oil in a large bowl, until the sugar is dissolved.
  4. Add the dry ingredients into the wet ingredients. Mix well. (But do not over do it)
  5. Pour the batter into a greased and floured or parchment lined 9 X 13" pan. Sprinkle a handful of semi-sweet chocolate chips on the batter for garnishing. Bake for 35-40 minutes. The cake will slightly moist when tested with a tooth pick. If you're steaming it (just like I did), steam it for 30 minutes over high heat.
*I tried to steam it using a cupcake cups, and approximately made into 12 cups. It doesn't need to be steamed for 30 minutes, because I found it already done before it. Just check the doneness using a tooth pick.

Happy Baking and Steaming! I'll post other delicious recipes next time!

Wednesday, August 4, 2010

Ms. Novitasari and A Bike

"The bicycle had, and still has, a humane, almost classical moderation in the kind of pleasure it offers. It is the kindof machine that a Hellenistic Greek might have invented and ridden. It does no violence to our normal reactions : it does not pretend to free us from our normal enviroment." ~ J. B. Jackson.


She is one of my bestfriend. She has a list, which she named "My Visible Idea of Perfection". Her wishlist, a list of things she wanted in her life. On the fifth, she put "having my own bike".

Yes, having her own bike is her sweetest dream. I know, I may not helping much in making it come true just by writing this. But somehow I believe, she will have it. She will have the bike she's been dreaming, the bike she's been craving and always wanted. She'll ride it along Cikapayang or Riau, just as she said. Eventhough she may need an extra foot and lungs. And definitely a very strong calf. Her wish is simple, yet I cannot help her.

I know, one day, I'll meet up with her and she will be riding her bike. She will show me how great her bike is. How wonderful and how much she loves it. I can picture it in my mind. I can see, someday this will happen. It won't took long. It won't took forever.

You will get your own bike, Dor. YOU WILL!!

Monday, August 2, 2010

Everynight's Wish

" Here's my wish every night I text you good night"



What's Been Keeping Me?

It's August already. My last post was around the middle of July. What's been keeping me along the half of July? Lotsa thing...

Boyfriend's moving in to his new lodging. A nice one. The room isn't too big, nor too small. Though it's still a little bit messy, since we haven't had much time to tidy things up. But, I looovveeee the room so much! I love the lodging itself. The room gets much sunlight, it gets much fresh air, and what I love the most was, it's not too noisy.

Then, I got my new oven! Romo bought it for me. It's not a fancy one, but I just love it. I just love the way he surprises me on one sunny Sunday, getting back from his shopping groceries routine with Mama, with this new oven in the back of his car. Ah, he always knows how to make me happy. He always facilitates me on every single aspects of my life. I'm just a lucky kid, and will always his little baby girl. No matter what, and I'm so proud being it.

Along with the new oven, my cooking and baking mood suddenly boosted up soooooo high it almost touches the sky. Recipe googling is my new routine. And visiting the baker's shop became more often that it used too. Ah, I just fell in love for the umptenth time to recipes, cooking, and baking. I'll post one or two recipes I've tried later.

Next, next.... Next month I'm going back to school. Ah, back to college to be precise. Can't tell you how happy I am. I even became speechless talking about it.

Oh, anyway. I love the new blogger templates they provide.

Thursday, July 15, 2010

Merasa Gagal

Aku merasa gagal. Gagal memenuhi janjiku sendiri.
Janji kecil untuk membawamu melangkah menuju yang lebih baik.

Malam ini aku sudah lelah, ada sedikit keinginan untuk menyerah. Tapi aku akan menyesal bila menyerah. Lebih baik aku lupakan saja kalau aku ini lelah.
Besok hari baru, usaha baru akan aku lakukan. Lawan lagi rasa malas untuk bergerak.

Biar saja aku kehabisan tenaga. Yang penting janjiku terpenuhi.


Wednesday, June 30, 2010

Bye June. I close you beautifuly.

This is the end of June. The last day of June.
And I'm closing it beautifully by.............

GOING ON VACATION TO BALIIIIIIIIIII! XD

This is the best way to end a month, and officially the best one along this year..

Bye June, see you next year.. Thank you for this great opportunity. :)

Wednesday, June 16, 2010

Terimakasih Untuk Waktumu.

Aku senang, melebihi bahagia. Aku bahkan kesulitan menahan senyumku.

Aku luar biasa nyaman berada disana. Ruangan itu betul-betul hangat dan wangi. Semuanya membuat aku begitu enggan beranjak. Rasanya aku hanya ingin disana terus.

Kamu yang asik dengan permainanmu, dan aku yang asik memperhatikanmu, sampai jatuh tertidur. Bukan karena bosan, tapi karena merebahkan badanku di kasur itu begitu nyaman rasanya.
Kamu dan aku yang terbuai dengan film yang kita tonton. Lalu aku mulai bertanya banyak hal padamu sepanjang film, dan kamu jawab "iya" meski aku tahu sebenarnya aku menganggu kenikmatanmu menonton, kan? Tapi toh tetap saja kamu tanggapi aku.
Aku yang bercerita, dan kamu yang mendengarkan aku asik berceloteh.
Kamu yang selalu bertindak iseng, dan aku yang menjadi korban. Tapi toh aku tetap tertawa karena tingkah lakumu itu.
Kamu yang sudah sangat mengantuk, dan berpesan "kalau kamu butuh aku, bangunin aja ya." sebelum kamu terlelap. Bahkan terkadang kamu tidak mau untuk tidur. Dan aku yang selalu tunggu sampai kamu bangun.
Bahkan tidak saling berbicara dan asik dengan kegiatan masing-masing pun rasanya baik-baik saja.

Karena disana ada kamu. Ada aku. Ada kita. Dan kita luangkan waktu kita bersama-sama. Hal-hal sederhana pun menjadi istimewa.

Terimakasih, terimakasih banyak untuk semua waktumu. Sebagian waktu hidupmu, yang sudah kamu bagi denganku. Terimakasih.

"Life is not measured by the number of breaths we take.
But by the moments that took our breath away!"


And you took mine away.. :)

Sunday, June 13, 2010

Appreciate It Before It’ll Say Goodbye

"i think true love waits, persists, forgives and sacrifices,
but sometimes no matter how true love is,
it will come to a point where it will get tired of being taken for granted, abused and not appreciated,
so if you know someone loves you, appreciate it before it’ll say goodbye"

Jadi, Kapan?

"Aku cape nunggu terus, kamu kapan datangnya?"


Sunday, June 6, 2010

Melarikan Diri

Kalau lagi sedih, kesel, lagi ada masalah, dan sebagainya, biasanya ngapain? Kalau aku suka milih untuk tidur. Ibaratnya kayak melarikan diri.

Tapi siapa bilang, tidur menyelesaikan semuanya? Biarpun aku sering melakukannya, tapi gak pernah sekalipun menemukan jalan keluar untuk semua masalah yang sedang dialami. Yang ada, pas bangun justru masalah-masalah itu yang pertama diinget. Masa mau tidur lagi? Mau sampe kapan begitu terus? Mau sampe kapan tidur-bangun-tidur-bangun melulu? Yang ada malah nambah masalah baru, kepala jadi pusing gara-gara kebanyakan tidur.

Jadi inget sekalimat dua kalimat yang pernah aku baca di suatu majalah/buku/koran (lupaaaaaa baca dimana);
SLEEP
For others :
A form of rest, a routine, a refreshment, a quite moment for the mind and body or perhaps a hobby.

But psych tells us that,
It is one of the common forms of ESCAPE.
Escape from loneliness, sadness, frustrations, rejections and from almost any problem possible.

Yang kalau diterjemahkan ala kadarnya (tanpa mengurangi arti yang sesungguhnya);
TIDUR
Untuk sebagian orang :
Merupakan bentuk istirahat, rutinitas, penyegaran, momen singkat untuk pikiran dan tubuh atau bahkan sebuah hobi.

Tetapi psikiater menyatakan bahwa,
ini adalah salah satu bentuk paling umum dari PELARIAN.
Pelarian dari kesendirian, kesedihan, frustasi, penolakan dan dari segala masalah lainnya.

Dan itu sangatlah benar.

Saturday, June 5, 2010

Idea, Please Come!

I'm confused! I am having a slight problem of getting an idea. Oh, wait. A slight? No. No. This is a very big, huge, major problem!

I seriously need one. I'm in desperate need of idea!

Ah, it's starting to get into my nerves. My gray matter is all over the place. Yet, I'm still stucked in nowhere. My papers are still empty. Not even a single letter I've typed.

Giving up? Not now, girl. Not now! Don't you dare giving up on yourself!

Friday, June 4, 2010

Lovely Day

Biasanya kalau bangun pagi dan merasa akan menjalani hari yang berat atau merasa bahwa akan ada hal yang buruk bakal terjadi, aku suka denger lagu ini. Lagu ini suka naikin mood, meski gak selalu sih.

When I wake up in the morning, love
And the sunlight hurts my eyes
And something without warning, love
Bears heavy on my mind

Then I look at you
And the world's alright with me
Just one look at you
And I know it's gonna be
A lovely day
... lovely day, lovely day, lovely day ...

When the day that lies ahead of me
Seems impossible to face
When someone else instead of me
Always seems to know the way

Then I look at you
And the world's alright with me
Just one look at you
And I know it's gonna be
A lovely day.....

When the day that lies ahead of me
Seems impossible to face
When someone else instead of me
Always seems to know the way

Then I look at you
And the world's alright with me
Just one look at you
And I know it's gonna be
A lovely day...
~ Bill Withers - Lovely Day ~

Seminggu ini rasanya memang cape tiada tara. Tapi malam ini aku tidak mau mengeluh. Hari ini merasa sangat bersyukur. Pagi ini, siang ini, sore ini dan malam ini, rasanya beda. Urusan panjang yang saling terikat dengan waktu yang sempit memang belum selesai, tapi hari ini rasanya luar biasa lega.

Aku cuma merasa lega, karena lagu ini ternyata bukan sekedar rangkaian kata yang dilantunkan seorang penyanyi bersuara merdu aja. Tapi aku ngalamin itu. Seminggu ini, setelah mencoba menyelesaikan target yang dikejar. Aku biasanya mengakhiri di tempat si Pemilik Hati. Biasanya aku merasa lesu, karena target masih jauh dari kata tercapai. Tapi entah bagaimana caranya, dia selalu berhasil buat aku kembali tertawa. Dia buat duniaku kembali berputar sebagaimana seharusnya. Dia buat aku percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dia buat aku semakin yakin bahwa ini bukan saatnya aku untuk menyerah.

Terimakasih.. Terimakasih. Terimakasih!
Kamu luar biasa. Semoga aku bisa melakukan hal yang sama untuk kamu, atau bahkan lebih.


*Btw, lagu ini dibawain juga sama Maroon 5. Aku pribadi sih lebih suka yang versi Maroon 5-nya.

Thursday, June 3, 2010

Baru Sedikit, Sudah Lelah

Cape. Ini kali ke seribu aku bilang cape. Dan sejuta kalinya aku mengeluh. Kamu mungkin juga cape denger aku bilang begini. Begitu ya, Pemilik Hati? Kamu (mungkin) jawab tidak, entah betul tidak jenuh dengan jawabanku, atau kamu berusaha menjagaku.

Aku cape, Sayang. Waktuku sempit, kemajuanku kecil. Rasanya aku jalan di tempat. Masih kurang berusahakah aku?

Tenagaku habis tercecer di jalanan. Semangatku luntur sedikit-sedikit.
Aku tau kamu masih berdiri di belakangku, siap menangkapku kapanpun aku jatuh. Aku tau kamu masih terus dorong aku, biar aku terus jalan kedepan. Aku tau kamu masih sabar pegang selembar saputangan, untuk hapus tiap tetes air mata aku. Aku tau kamu selalu ada, siap bantu aku kapanpun. Terimakasih Pemilik Hati.

Tapi sungguh, aku lelah luar biasa.


Tuesday, June 1, 2010

Enough said, Just Go


I don't even know what I was running for,
I guess I just felt like it

Monday, May 31, 2010

Terimakasih, Allah

Allah,
terimakasih.
Aku minta satu, Engkau berikan dua.
Kau jawab dua doaku.
Dua harapan terbesarku.
Permudah jalanku ya Allah.
Biar pilihanku tepat.
Biar aku tidak menyesal nantinya.
Amin.

Sunday, May 30, 2010

Back to School


Bismillahirrahmanirrahim,
Ya Allah, semoga harapanku yang satu ini Engkau kabulkan.




Aku ingin sekolah lagi.




Amin!

Cemburu dan Janji

Masalah yang (kayaknya) lumrah banget dan sering banget terjadi di dalam suatu hubungan adalah 2 hal ini. Cemburu dan Janji. Biasa terjadi, tapi selalu saja jadi masalah. Selalu membuat suasana hati terjun bebas.

Betul?

Dalam selang 3 hari ini, ada 2 orang yang cerita sama aku.
Yang 1 sahabatku, yang 1-nya sepupuku.
Yang 1 mengalami masalah seputar cemburu. Yang 1 soal janji.

Si sahabat (sebut saja A) dicemburui sama seorang perempuan. Si perempuan ini pacar dari sahabatnya si sahabat (sebut saja B). A dan B sudah bersahabat sejak awal kuliah. 4 hampir 5 tahun kuliah bareng, banyak hal yang dilewatin bareng. Banyak hal yang udah saling diceritain.
Semenjak kuliah selesai, si A kerja di Jakarta, si B ..... (hmm, jujur, aku agak kurang tau posisi si B sekarang dimana). Karenanya satu-satunya hal yang mereka bisa lakukan adalah saling menjaga komunikasi. Sesekali telfon atau SMS. Sesekali chatting. Tanya kabar, atau sekedar saling bercerita.

Si perempuan ini cemburu sama A. Mungkin karena keakraban dan kedekatan si A dan si B, mungkin itu membuat si perempuan jadi jengah. Mungkin si perempuan merasa ada sesuatu yang dia tidak tau.
Si A pusing. Kenapa harus cemburu. Karena katanya si A dan B juga sekarang tidak sedekat dulu. Jangan untuk bertemu yang frekuensinya bisa dihitung dengan 1 tangan, itupun jari tidak habis untuk menghitungnya. Apalagi SMS atau telfon.

Aku gak mau bela salah satu dari keduanya. Aku tau perasaan keduanya. Aku pernah ada di posisi keduanya.
Jadi si perempuan, wajar merasa cemburu dengan perempuan lain yang akrab dengan pacarnya. Takut kehilangan, takut direbut, takut tersisihkan. Takut karena merasa posisinya tidak aman. Karena hati orang siapa yang tahu. Ya kan? Mulut bisa bicara beda dengan hati.
Jadi si sahabat, wajar jadi kesal dan pusing 7 keliling. Merasa tidak salah, karena persahabatan mereka murni persahabatan. Merasa selalu dipermasalahkan untuk sesuatu yang dia rasa seharusnya tidak jadi masalah.

Masalah cemburu tidak pernah mudah cari jalan keluarnya.
Jadi si pacar, mau berusaha mengerti dengan persahabatan yang sudah dijalin pacarnya dengan si A. Pasti sulit. Karena masih menang rasa takutnya.
Jadi si sahabat, mau berusaha mengalah karena tau rasanya cemburu seperti apa, tapi rasanya sudah cukup banyak mengalah dengan sangat menjaga jarak.

Aku disini tidak untuk memberi solusi. Tidak untuk membela salah satu pihak. Cuma menyediakan telinga untuk mendengar keluh kesah. Karena semuanya kembali lagi ke masing-masing. Kembali ke hati masing-masing untuk mencari jalan bagaimana cara mengatasi kecemburuan yang menyala-nyala.

Tentang si sepupu. Dia beberapa hari yang lalu dijanjikan sama seorang laki-laki, katanya si laki-laki mau berkunjung, mau bertemu. Ya sudah, si sepupu meluangkan waktunya. Siap untuk bertemu. Tapi apa jadinya? Seharian tidak ada kabarnya.

Bukannya si sepupu berharap setengah mati mau ditemui. Bukan pula dia yang meminta si laki-laki untuk datang dan menemuinya. Tapi dia gak suka dengan sikap sesorang yang sudah berjanji kemudian tidak menepati janjinya dan tidak memberi kabar. Mengutip kata-kata si sepupu, "dia harus memahami bahwa aku adalah orang yang berkomitmen terhadap janji"

Dan sebagaimana aku mengutip komentarku sendiri, "Semua orang juga pastinya punya komitmen yang tinggi dengan sebuah janji. Semua orang pasti berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi janjinya. Tapi yang selalu jadi permasalahan adalah, apakah orang yang memberikan janjinya itu berpikir hal yang sama. Begitu kan? Kita yang dijanjikan pastinya akan menunggu, dan (seharusnya) yang memberi janji berusaha untuk memenuhinya. Aku juga paling ga suka kalau ada yang janji sesuatu, terusnya gak ditepati. Aku lebih menghargai orang yang janji lalu terlambat menepatinya dan meminta maaf, daripada yang ingkar dan tidak merasa salah."

Janji adalah suatu hal krusial yang wajib untuk dijaga. Janji adalah sesuatu yang tidak bisa ditarik kembali. Selama kita masih punya hati, aku rasa kita akan merasa sangat tidak enak seandainya harus sampai mengingkari janji. Harusnya merasa sangat bersalah seandainya sudah membuat orang menunggu dan mengharapkan sesuatu yang sudah dijanjikan.

Meminta maaf bukan hal yang sulit. Memang janji tidak akan semudah itu dihapus dengan 1 kata maaf. Tapi maaf memperbaiki keadaan. Maaf membuat kita tau, bahwa orang itu menyesali perbuatannya, terlebih menyesali bahwa dia harus sampai ingkar janji.

Buat aku pribadi, sekali orang membuat sebuah janji. Aku akan menunggu sampai janji itu dipenuhi. Janji adalah janji. Aku hargai setiap tetes keringat yang keluar untuk memenuhi janji itu. Buatku janji sekecil apapun yang sudah dipenuhi, aku beri penghargaan tertinggi di hati aku. Jadi berhati-hatilah membuat janji.

Berhati-hatilah, jangan buat seseorang sedih karena cemburu apalagi karena ingkar janji.

This Way, We'd Be Close Each Night

I always love to sleep next to my man. He comforts me, he's hands are so warm. But, unfortunately, I cannot do it everyday and every night.

So, I was browsing through my Tumblr this morning, then I found this. The picture just caught my eyes.


At first, I didn't notice the glowing pillow nor the caption below the picture. I just found how cute the linens are. Then, as I read it thoroughly, i realized, it's more than an ordinary pillow. And it's no longer about the linens anymore.

It is a Pillow Talk. No, it is not a pillow which can talk. It's just named that way. As i quoted the first line of it's article, Pillow Talk is a project aiming to connect long distance lovers. It glows as an indicator of our partner's presence and when we lay our head on the pillow, we could hear our partners heartbeat.

How cute is that?
I want one!! I want oneeee!!!!

Saturday, May 29, 2010

Selamat Nyemplung!

Selamat pagi Karimun Jawa! Hari yang cerah pastinya disana.

Kenapa Karimun Jawa yang saya sapa duluan pagi ini? Karena hari ini 4 Buddies saya sudah ada disana. Siap melewatkan long weekend kali ini untuk Dive Trip. Menyenangkan pastinya. Saya berani jamin.

Jangan tanya betapa irinya saya.
Dengan penuh keyakinan saya bilang, kali ini mungkin bukan kesempatan saya. Tapi kali berikutnya , saya pasti akan bisa ada bersama mereka. Entah di laut sebelah mana di belahan dunia ini.

Lebih baik saya hapus segala rasa iri yang saya punya ini, dan mulai menabung. Karena trip berikutnya, saya akan ikut, dan kami akan buat orang lain yang iri!

Have a nice Dive, Buddies!
Say hi to the ocean for me, okay?

Thursday, May 27, 2010

I Don't Wanna Sleep Alone

Good night, sleep well. Hold me tight all night, please.

Waiting

Yes, I will wait. I will wait until my time is over.

I will wait until you see me.

Kamar Nomor 10

Kemarin sore, aku jejakkan kembali kakiku di kamar nomor 10 itu. Rasanya sudah lama sekali aku tidak kesana. Kamar itu rasanya berbeda sekarang. Wanginya beda. Suasananya dingin. Tidak seperti yang aku kenal.

Kamar itu terasa asing.

Entah kenapa jadi begitu.
Mungkin karena pemiliknya juga sudah jarang menghabiskan waktu didalamnya. Atau mungkin karena aku yang jarang mengunjunginya.

Aku rindu perasaanku setiap kali masuk ke dalam kamar itu. Kamar itu selalu hangat. Selalu bisa buat aku merasa nyaman. Kamar itu selalu buat aku merasa enggan meninggalkannya. Aku selalu ingin ada didalamnya terus. Aku selalu ingin segera kembali. Aku kangen waktuku yang banyak terlewat disana. Dengan semua cerita yang terangkai.

Aku suka kamar itu. Aku jatuh cinta pada kamar itu. Sebagaimana aku jatuh cinta pada pemiliknya. Gelak tawa dan cerita panjang selalu jadi penghias kamar itu. Sesekali kamar itu jadi tempat aku tuangkan perasaan tak menentuku. Kamar itu tempat yang istimewa bagiku.

Terakhir aku kesana, kamar itu rasanya sepi. Aku tidak suka.
Besok aku akan kesana, aku ingin kamar itu kembali jadi kamar yang kukenal.

Where we love is home. Home that our feet may leave, but not our hearts. ~ Oliver Wendell Holmes, Sr.

Wednesday, May 26, 2010

Daun Semanggi Berhelai Empat

Juni 2009. Saya resmi jadi teman dia di Facebook saya.

Perempuan ini, belum pernah saya temui selama ini.
Tapi dia tidak asing. Tidak asing di telinga, tapi asing di mata.
Namanya sering disebut dalam rangkaian kisah yang diutarakan seorang Tante.

Perempuan ini mungil, begitu menurut pengakuannya.
Tapi hatinya lapang. Pikirannya luas.

Berawal dari satu dua kalimat yang saling kami tukar di dinding situs pertemanan itu.
Lama-lama ada rasa ingin lebih banyak bertukar kata.
Sarana lain kami mulai coba, Yahoo! Messenger jadi pilihan.
Siapa sangka, malam itu jadi malam panjang dengan sejuta huruf bertebaran di layar.
Dan siapa kira, sejak hari itu, persaudaraan kami dibumbui persahabatan.

Sampai hari ini, belum juga aku bertemu dengannya.
Tapi ceritanya selalu mampir.
Inboxku selalu diwarnai olehnya, warna ceria selalu ditorehkannya, sekali dua kali dia memilih warna gelap.
Dan ceritaku tak pernah lewat untuk singgah dimatanya.

Dia tempatku mengadu.
Aku tempatnya bercerita.
Dia tempatku berbagi.
Aku tempatnya berkeluh.
Marah kami limpahkan, sedih kami luapkan, senang jadi pesta kami.

Kami belum bertemu secara fisik, tapi kami bertemu setiap hari lewat kata.
Mencari celah, dan membaca kata yang janggal. Karena lewat kata, kami lihat ada sesuatu.
Mata jadi indera kami yang paling peka, jari-jari kami yang jadi paling lincah menyemangati.

Dia pernah bilang, "aku selalu ada untukmu",
dan dia penuhi kata-katanya.

Aku bersyukur kenal dia.
Aku senang perempuan ini jadi sahabatku.

Perempuan ini sepupuku.
Perempuan ini bernama Agitya Yanifa Putri.
Perempuan ini Daun Semanggi Berhelai Empat-ku.

Tuesday, May 25, 2010

Peluk

Malam ini aku ingin ada di pelukanmu. Menyandarkan kepalaku di bahumu. Dan tanganmu mengusap lembut, seolah berkata "Tenang saja, aku disini"

Kamar Mandi, Tempat Menangis

Aku sering nangis kalau lagi di kamar mandi. Dan bukan cuma kamar mandi di rumah.

Bukannya aku cengeng. Bukan juga aku selalu menyelesaikan masalah dengan nangis.

Kadang, aku cuma pengen meluapkan semuanya aja. Aku gak mau teriak-teriak. Semua orang nanti dengar. Aku gak mau setel musik keras-keras terus ikut nyanyi sambil joget-joget. Nanti dibilang berisik.

Lega selega-leganya setelah nangis? Belum tentu. Tapi lebih sesak lagi kalau saya gak tau harus apa, gak tau harus gimana, gak tau mau apa, dan gak bisa ngeluapinnya.

Kenapa harus dikamar mandi? Alasannya sederhana. Kamar mandi satu-satunya tempat paling pribadi, dimanapun kita berada. Rumah sendiri, kosan pacar atau temen, restoran, mall, dimana pun itu. Sekali kamu ada di dalam kamar mandi, atau booth toilet di mall, gak akan ada yang masuk dan mengganggu kamu. Ya tentunya kecuali kamu udah 3 jam disitu dan gak kunjung keluar.

Bathroom is the most private place, because it's the place where you do your bussiness. And in this term, it includes crying.

Sunday, May 23, 2010

Wanita yang Beruntung, dan Aku yang Iri

Saya kenal dua pria ini seumur hidup saya. Keduanya pria yang jadi acuan saya. Mereka adalah dua pria yang selalu bikin saya rindu, dan enggan jauh dari mereka. Mereka dua pria hebat yang sangat mempengaruhi hidup saya.

Dan saya jadi saksi betapa dua pria ini mencintai wanitanya masing-masing.

Pria pertama, pekerja keras yang sabar. Belum pernah aku lihat beliau marah, belum pernah aku aku lihat beliau menangis. Aku tau, beliau pernah kesal, beliau pernah sedih. Tapi dia hanya tak mau aku melihatnya.

Yang aku selalu lihat, dia sayang sepenuhnya sama kami.

Besok wanita yang dicintainya ulang tahun. Pagi ini aku pergi mengantar beliau membeli hadiah untuknya. Dipacunya mobil menuju toko buku, beliau hanya ingin membelikan sebuah buku sebagai hadiah.
Buku selalu menjadi hadiah dari beliau. Dan halaman pertamanya selalu dihiasi tulisan tangan beliau yang khas.
Buku selalu jadi pilihan pertama sebagai hadiah. Karena si wanita selalu senang, dan suka sekali buku. Dan beliau tau persis itu.
Buku yang dipilihnya tak pernah salah. Beliau tau persis apa yang disenanginya. Dan ingat semua buku yang sudah pernah dibelikannya.

Di mataku, yang tertangkap adalah betapa sederhananya. Tapi penuh cinta. Penuh perhatian.

Saya hanya bisa iri. Saat saya tautkan tangan saya pada tangan beliau, dan berjalan berdampingan. Saat saya duduk di sampingnya sepanjang perjalanan. Saat saya berbagi cerita tentang beliau dan wanitanya. Ingin, ingin saya merasakan yang wanita itu rasakan. Saya berani bertaruh, wanita takkan mau menukar itu semua dengan apapun.

Pria kedua, sifatnya mirip. Sama pekerja kerasnya. Sama perfeksionisnya.
Tapi aku sudah pernah lihat di marah, sedih pun pernah. Cerita hidupnya sebagian ada yang dicurahkan padaku.

Waktu si wanita ulang tahun, dia belikan hadiah untuknya. Dia belikan sebuah benda. Yang jadi simbol doa dan harapan agar si wanita bisa melaksanakan dan mewujudkan impiannya.

Hari ini dia meluangkan waktu bersama wanita yang dicintainya. Di sebuah kota menuju timur di Pulau Jawa ini. Dia punya waktu yang singkat sebelum entah kapan lagi dia bisa punya waktu untuk dirinya sendiri apalagi untuk bertemu dengan si wanita. Dan dia manfaatkan dengan baik. Tak peduli lelahnya.

Semalam dia bilang ke aku, bahwa dia lagi mau menemui wanitanya. Saya haru, sekaligus senang dengarnya. Aku tau persis dia rindu si wanita. Aku tau persis dia hanya ingin bertemu. Hanya ingin punya waktu bersamanya.

Aku tau, banyak hal yang sudah mereka lalui. Jangan dikira semuanya hanya bahagia. Tidak. Tapi toh, sampai hari ini mereka masih juga sama-sama. Artinya mereka berhasil melewati semuanya.

Lagi-lagi iri. lagi-lagi saya hanya bisa iri.


Aku merasa kedua wanita ini sungguh beruntung. Apa aku akan mengalami yang mereka alami? Apa suatu saat nanti, akan ada yang iri denganku karena apa yang seorang pria lakukan untuk aku? Untuk perhatian, pengorbanan, kerelaan, ketulusan dan cinta pria ini padaku.

Semoga jawabannya adalah iya.
Dan semoga satu pria ini, yang menjawabnya. Yang melakukan sesuatu sebagai ganti jawaban iya.







Dan iya. Kedua pria ini adalah Romo saya, dan kakak saya.

Saturday, May 22, 2010

Bosan, Jenuh, Saya Mau Apa?

Bosan. Saya bosan luar biasa. Saya jenuh setengah mati.
Atau memang saya sudah mati?
Mati dari kehidupan yang hiruk pikuk.
Hilang dari kesibukan dunia.

Ah, mulai saya meracau.
Iya, saya bosan berkawan sama benda mati. Bukannya saya tidak butuh mereka, saya butuh. Sangat malahan. Terlebih karena teman saya yang punya kemampuan bernafas, bergerak, tumbuh dan berkembang, serta ciri lainnya yang membuktikan bahwa mereka betul makhluk hidup entahlah dimana. Sibuk mungkin. Yah, semua punya kesibukannya masing-masing. Tidak seperti saya.

Saya bangun setiap harinya untuk melakukan rutinitas yang sama. Setiap harinya. Yang membuat beda hanya, apa hari itu saya mau keluar rumah atau tidak. Dan sudahlah pasti saya akan sendiri kalaupun pergi.

Bukan saya gak bisa pergi sendiri. Tapi bukannya kita ini sebagai manusia tercipta sebagai makhluk sosial? Bukannya sejak SD bahkan TK itu sudah ditanamkan dengan sangat baik pada kita semua? Saya masih butuh manusia lain untuk berjalan di samping kiri-kanan saya. Yang ikut berkomentar untuk sesuatu yang kita liat, atau sesuatu yang kami anggap menarik/aneh (ini batasnya terlalu tipis).

Layar - TV, komputer, Handphone - bukan lagi menjadi sesuatu yang teramat menyenangkan untuk ditatap. Saya bosan liat acara TV yang kalau bukan sinetron pasti reality show. Bahkan keduanya gak ada bedanya. Komputer, apa yang dilihat? Browsing? Twitter? Facebook? E-mail? Game? Bosan! Itu terus yang dilihat. Handphone, apa yang mau dilihat? Berbunyi saja tidak. Sekalinya bunyi, apalagi kalau bukan dari provider yang terus-terusan promosi.

Lalu sekarang mau ngapain lagi? Masak? Siapa yang mau makan? Tidur? Udah kebanyakan. Telfon? iya 5 menit ketawa haha hihi, selanjutnya basi lagi.

Gak mau bilang pengen mati aja, karena nanti kalau di kabulkan sama Allah, pasti saya nyesel udah ngomong begitu. Tapi saya harus apa sekarang kalau begitu?

Friday, May 21, 2010

Random

So, this afternoon I was sitting on a bus heading home. then some random things starts bursting from everywhere. Some things I just found out, or realized it to be exact. And it's all about myself.

I have no problem at all being alone in a crowd. Name it, eating alone in a full restaurant. Go to a mall alone. Hanging in a coffee shop all by myself. Non of it become a problem. As long as I have a book and my Ipod is fully charged.

While, I found it a very big issue when I'm being left alone. Being neglected. Or ignored. I just can't stand it.

I easily felt lonely, and sometimes thinks nobody needs me. When those moment come, I'd think that I am perfectly lonely.

I amuse myself by playing games, finding new recipes, cooking and reading. All while listening to music.

I definitely can live without TV not without an Internet. But I still need my DVD Player.

I hate when things I've tidy up, being messed up by some other people. I don't like when people moved my things. I hate when people step on the floor I've mop. And I'd gone mad, when someone use my belongings without asking first

I'm very moody. My mood could swing so fast. It could be in the top of the mountain and in a second it'll be in the deepest sea.

I am a very sarcastic person. Especially when I'm mad. Just don't expect me to be nice to you in words, nor behaviour. My words could hurt your feelings, as a newly sharpen knife cuts your skin.

It really bothers me, when text messages I've sent aren't replied and phones aren't picked up. So be aware to your cellphone, mates. Any minute I call or text you, I expect you to notice. This is one of many things which could affects my mood badly.

I'm easily excited on things. Especially when it came to new things. New experiences. New friends. New environments. Anything new.

Yet, I'm easily bored. Monotonous routine could kill me.

I do individual sports. Swimming and running. On my sport days, twice a week, sometimes three times. I do both on the same day. Fatigue it is. Yet, I still find it extremely good to feel.

I have to read something while doing business in the toilet. A book, a comic, a newspaper, a magazine, anything. When I'm in a hurry to "go", I'll go panic if I don't find anything to read, and I'll end up bringing my cellphone and go browsing.

I like to wear something and it matches all its color. Or at least, their in one tone. I'd never go anywhere dressing in a yellow t-shirt, purple pants, with a red bag and a green shoes.

When I accomplish something, I'll treat myself with food.

I always buy Reader's Digest every month. I always thinks it's very important to have one. And I never could explain why.

I would buy a book in any price, but never for clothes, bags, shoes, nor accessories.

Wednesday, May 19, 2010

Selamat Pagi, Pemilik Hati! Selamat Tidur..

Pagi yang dinamis!

Tadi terbangun jam 4, ada sesuatu yang hilang rasanya. Aku menanti sebuah kabar yang dijanjikan kepada saya tadi malam. Sedih rasanya menemukan kenyataan bahwa yang sudah dijanjikan itu gak ada. Sudah hampir turun semua mood yang aku punya, tapi tiba-tiba, yang ditunggu itu datang. Dan senyum pun mampir di bibir aku.

Senang!

Setiap pagi, begitu aku bangun, cuma 1 yang aku ingat. Gampang ditebak, sudah pasti si pemilik hati. Yap! Sangat benar. Persis seperti status twitter seorang Fira Basuki yang terpampang di timeline pagi ini.
"Selamat pagi cinta. Kamu orang pertama. Yang terlintas di jiwa."
Rasanya bukan setiap pagi aku ingat dan memikirkan dia. tapi setiap saat. Bahkan sekarang! Haha. Gila mungkin ya aku ini. Aku ini lagaknya sudah seperti orang jatuh cinta (emang!) Atau jangan-jangan aku jadi gila karena cinta.

Aku memikirkan dia setiap paginya. Karena kadang aku gak tau dia sudah pulang atau belum. Aku suka khawatir. Gak tenang sampe aku dapet kabar dan tau persis dia dimana. Wajar menurut aku. Margaret Mead aja bilang ;
"Having someone wonder where you are when you don't come home at night is a very old human need."
Kalau aku memikirkan dia ada dimana setiap paginya, artinya aku udah memenuhi kebutuhan dia dong? mencari pembenaran, haha!

Terlepas dari aku mencari pembenaran atau gak. Aku udah tenang sekarang. Pemilik hati sedang bermain di Pulau Kapuk dan merangkai bunga tidurnya. Biar saja, nanti aku bangunkan, sebagaimana tadi dia mengingatkanku.

Sementara itu, aku mau siap-siap! Siang ini tak boleh kalah dinamisnya!

Tuesday, May 18, 2010

dan, tertahan lah...

tercekatlah aku, ketika hendak bertanya.

tanyaku sederhana,



"kapankah aku bisa bahagia?"









jawablah....

Friday, May 14, 2010

Semangat, kenapa tidak mau datang?

Sudah beberapa hari ini, semangat benar-benar enggan untuk mampir di keseharianku. Entah kenapa dia memutuskan untuk libur.

Tanpa semangat, rasanya sepi sekali. Iya, aku tau persis dia sebenernya ada. Dan pasti mau membantu saya apapun keadaannya kalau aku mau mencari dia. Tapi, aku ingin sekali, bukan aku yang harus mengemis-ngemis dan meminta dia untuk menemaniku barang 15 menit saja. Aku ingin dia tiba-tiba muncul. Setidaknya untuk membuat aku kembali bergairah.

Kata si pemilik hatiku, wajahku murung. Tak lagi bersinar dan memancarkan ceria. Aku semakin sedih karena harus membuatnya melihatku seperti ini. Rasanya tak ingin dia tau. Tapi aku selalu gagal menyembunyikan keadaanku. Matanya selalu bisa menangkap dan membacaku. Jangankan matanya, hatinya saja cepat merasakan.

Usap lembut dari tangan si pemilik hati, untuk sejenak berhasil menbuat aku melengkungkan senyum. Duduk diam disebelahnya pun bisa. Tapi aku tak bisa terus memintanya mengusapku, atau duduk disebelahku dan membiarkan aku meletakkan kepalaku di bahunya. Seolah-olah aku tumpangkan sebentar saja bebanku padanya. Yang mana aku titipkan 5 detik saja, dan aku ambil kembali, karena aku tak mau dia yang menjadi sedih.

Seperti sore ini, aku melangkah lemas di jalanan kecil yang becek dan berlumpur sehabis diguyur hujan. Hujan masih turun dengan malu-malu. Menemani aku dan si pemilik hati berjalan. Aku lingkarkan lenganku di lengannya, enggan rasanya melepaskannya. Aku masih butuh didekatnya.

Ah, cape rasanya. Lelah. Linu seluruh tubuhku rasanya.

Aku takut. Takut semangat benar-benar enggan untuk datang kembali. Sumpah, aku takut!

Semangat, dimana kamu? Kembalilah. Kalau kamu tak mau, datanglah tanpa henti kepada si pemilik hati. Biar saja dia yang membaginya denganku.

Wednesday, April 14, 2010

Cooking

Cooking is my passion.

First started to cook just when I was about 10 or 11 years old. Definitely when I was still at elementary school. And, deeply in love with cooking ever since. First cooking was Fettuccini white sauce with smoked beef. And first cookie was Katetong, or easily known as Lidah Kucing. I had so much fun in cooking. Especially when those who tried my cooking said it was very good and delicious.

Cooking is so much fun for me. A stress release. A mood lifter.

Cooking thing runs in the family. Eyang and Mom was a very good cook. I learn much from them. They made cooking looks very easy and simple, then I proof it right!

With much spare time I got, I became more and more addicted to cooking. I browse new recipes. Then trying it out, modified it, and serve it to the family. Thankfully both my mother and father fully support me.

And I got happier each time I finished cooking! Yay!

Happy cooking everyone! I'll post my recipes soon.

Saturday, April 3, 2010

Manusia

Manusia. Aku, kamu, kita, sama-sama manusia. Sulit menjadi manusia. Karena manusia penuh keegoisan. Terkadang yang dipikirkan dan diutamakan hanya keinginan, kebahagiaan, dan kepuasan diri sendiri.

Manusia kerap lupa betapa kompleks hidupnya. Betapa dia bergantung pada manusia lainnya. Berinteraksi. Bertahan hidup. Memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ada manusia. Dia senang, hidupnya menjadi melegakan ketika manusia lain begitu sabar. Begitu toleran. Begitu pengertian. Begitu perhatian.

Terbuailah dirinya. Dia pun lupa. Lupa bahwa manusia lain punya perasaan yang sama sepertinya. Yang harus dijaga baik-baik. Sebagaimana manusia lain selalu menjada miliknya. Terlupakanlah olehnya cara untuk melakukannya.

Tanpa sadar, si manusia sudah melukai manusia lain.

Kata si manusia lain,
Cobalah mengerti dan berhenti ingin terus dimengerti.
Cobalah berhenti berbicara, dan mulai mendengar.
Cobalah menyimak, bukan sekedar mengucap kata iya.
Cobalah melihat, bukannya ingin terus diperhatikan.
Cobalah lebih memahami.

Jadi manusia sulit bukan? Ternyata banyak yang perlu dilakukan.
Tapi jangan takut jadi manusia. Manusia punya akal. Manusia punya kemampuan dan keinginan. Gunakan untuk belajar. Belajar yang manusia lain katakan. Belajar selagi kesempatannya ada.

Monday, March 29, 2010

A Loving Family

With one thing in common, a bunch of people we've never really known before became a very close in heart friends.

In 3 days, we've shared a lot of things, and sees much.
The stories we tell each other, the jokes that makes us laugh, the journey we traveled, the leasons we learned, and most of, all the moments we shared together.
In 3 days, we simply became a new family.

Maybe we're seperated in distance, and by time. But I believe, we're never seperated in heart.
I love you all, buddies!! And longing to dive again with all of you real soon! Miss you!! ;)

Thursday, March 25, 2010

zéro

I woke up this morning with high expectation. And all I found is disappointment.

I checked the phone over and over, but no messages, no missed calls. So I went online and checked everything. E-mail, YM, even FB and Twitter. Still I found nothing. Nada, Zero, Null.. *Sigh..

Sometimes I get tired of waiting, when the waiting results nothing. It makes me think twice even more. Was it worth waited? Was it worth the effort I put in? Was it worth every single second of my patience? Oh, I cannot even answer my very own question.

I don’t know whether this is stupid, dumb, or whatever. I still wait. Though I got tired, I still came back to the same spot and waited. I’m waiting the zero turns into numbers. Into answers. Into something surprising. Into something special.

And while I’m waiting. I shed a tear.

Tuesday, February 2, 2010

birthdays

Boyfriend's birthday is coming up in several days. Been so excited for the last 2 weeks.

I'm so into birthdays. Birthday greetings, presents, surprises, the pranks. Everything!

Why do I love everything about birthday? In my very own opinion, through birthday we sometimes could see how much people cares.
The way they pray for us, the time they spend to find the perfect gift, the arrangement of the surprise, the effort to make the birthday boy/girl sooo happy on their day.
If you don't care much to the person, why spending time and money to all those? You know the answer.
Yes, exactly. You care a lot about them. It's why you're willing to do all that.
And the simplest of all, remembering the date of birthday itself shows you care.

I like picking presents. Though I'm not that good. Choosing the right one, the very perfect one is never easy.
Is this the one s/he likes? Is this what s/he needs? Will s/he love the one I choose. Thinking about it drives me crazy. Though I still want to do it. Because I want them to be happy the second the open the present. And then keeping it, and be happy for it for the rest of their lifes.

Another thing I like is birthday greetings. Cards, the cute one, the funny one with jokes, or just a simple words formed into great sentences which came out from the heart.

I just want the person I care about had a very amazing blasting birthday to be remembered forever.

Happy birthday for anyone who's celebrating it today! Have a blast guys! it's your day... :)

Friday, January 29, 2010

On the way home.

Hitting the road. Bus driver flooring the gas pedal. Bus runs on the highway. As they're chasing each others. Bus and bus, trucks and trucks, cars and cars.

Dark clouds shroud. Thunders and lightning. Rain pouring heavily. Drops on the window pane. As they're trying to break in.

Me. Sitting here. Brain begins to work. Fingers tapping on keypad.

Me want to sleep

Late nite monologue. Sleep deprived talk. Brain freezed blabber.
Sun will shine in hours. Yet still awake. Lack of sleep. But still fighting to stay awake.
When will this end? When will i get my chance to get in touch with bed? When will i can hug my baby blooster. When will i go swimmingg in my dreams.

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster