Wednesday, April 13, 2011

Dan Blog Pun Jadi Terbengkalai.

Rasanya udah lama tidak posting disini. Gara-garanya lagi keasikan main di tempat lain. Mau liat taman bermain yang lagi sering aku datangi akhir-akhir ini? Ini snapshot-nya. Di klik aja kalau mau lihat gambar versi besarnya. Kalau mau ikutan main, monggo mampir. Tinggal klik tulisan dibawah gambar aja.


Yuk, kita bermain bersama!

Sunday, April 10, 2011

Katakan

Jangan lupa bilang sayang atau kangen pada orang yang kamu cintai. Kapanpun kamu punya waktu. Mana kita pernah tahu, kalau itu akan jadi yang terakhir.

Saturday, April 9, 2011

Dikecup Matahari


Hari sabtu bangun pagi. Matahari saja belum tampak. Baru saja mematikan alarmnya yang berbunyi terus menerus. Tapi dia masih malas bangun. Jadi dia goler-goler saja di kasurnya. Mengulet terus. Menarik kembali selimutnya sebatas dagu, sambil berkata dalam hatinya, "15 menit lagi ah."

Tapi aku sudah bergegas. Aku harus berangkat. Segera! Sepertiga terburu-buru, melahap roti panggang beroles butter. Menyeruput teh beraroma vanilla yang baru diseduh Ditambahkan 1 1/2 sendok teh gula. Secangkir teh setengah manis. Teh yang lucu sekali. Setengah manis.

Tidak pakai mandi. Hanya cuci muka dan ganti baju. Menjejalkan ini dan itu ke tas dengan asal. Berpamitan. Dan aku sudah duduk di belakang bapak ojeg langganan. Diboncengnya sampai ke kolam renang. Aku janji temui matahari disana pagi ini. Kita mau main air.

Sudah tidak sabar, aku jadi gembira sendiri. Bernyanyi-nyanyi dan senyum-senyum sendiri selama motor melaju. Menembus sejuknya pagi. Dingin. Udara masih berbalut embun pagi. Harum. Tapi wanginya cuma bisa ditemui sebelum matahari muncul.

Di lampu merah asik tengok kiri kanan. Berusaha mengintip kedalam mobil yang supirnya masih ngantuk. Menguap lebih dari 5x selama 1 periode lampu merah. Mungkin semalam begadang menyelesaikan laporan. Atas dia juga punya janji dengan temui matahari juga. Maka terpaksa bangun pagi. Hm, apapun cerita dia pagi ini. Aku tinggal sedikit lagi sampai. 2 belokan lagi.

Sampai ingin teriak rasanya. Matahari sudah bangun! Terasa jemarinya yang hangat mengelus wajahku. Dan mataku disilaukan sinarnya. Tunggu aku, tunggu aku, matahari. Di kolam kita jumpa ya. Hangatkan dulu airnya, biar aku tidak menggigil saat menceburkan badan kedalamnya. Ah, aku senang sekali.

Main air. Bersama matahari. Seharian. Sampai dia sendiri keringetan. Gerimis. Mungkin matahari melap keringatnya pakai tangan dan melemparnya kebawah. Maka kita kebagian gerimisnya sedikit. Lalu terang lagi. Dan aku main lagi. Sampai pusing kepanasan. Rambutku bau matahari. Di pegang, puncak kepalaku sudah panas sekali.

Aku pamit pulang. Sudah cape. Lagipula sudah hampir maghrib. Nanti matahari dimarahi semesta kalau tidak pulang kerumahnya tepat waktu. Sebelum pulang, sepertinya matahari sempat cium pipi kiri dan kananku. Karena sampai sekarang masih terus bersemu merah. Ah, hari ini aku dikecup matahari!

Thursday, April 7, 2011

Meow! Aku ingin menjadi kucing saja.

Aku ingin menjadi seekor kucing saja!

Dengan bulu yang halus dan lembut. Buluku 3 warna. Didominasi warna hitam dan putih, dengan sedikit warna kuning sebagai pemanisnya. Ekorku panjang. Aku rajin sekali grooming. Kamu bisa lihat dari buluku yang selalu bersih ini. Coba lihat mataku. Mataku bulat besar. Dengan iris berwarna hijau kebiruan.

Aku tergila-gila pada mentari yang bersinar terang. Hangat. Aku sering tertidur bermandikan matahari setelah lelah bermain bersama kupu-kupu. Berlarian mengejar capung. Bersembunyi di antara rerumputan yang tumbuh subur. Melihat bunga-bunga yang menari-nari tertiup angin. Mendengar kicau burung. Mengamati mereka berlompatan ranting ke ranting. Aku suka bermain!

Hobiku tidur. Membulat di atas alas kain. Dan makanku banyak sekali. Pantas saja perutku ini bulat. Buncit dan besar. Ah, tapi kamu jangan salah! Aku pasti masih tetap lebih lincah daripada kamu. Dan kamu akan kepayahan mengejarku.

Aku kucing yang manis dan baik. Tidak akan mengasah kuku di sofa kesayanganmu. Kalau kamu sedang asik membaca di sana. Aku pasti akan duduk disebelahmu. Menopangkan kepalaku di pahamu. Mendengkur manja. Menemanimu. Dan kamu akan mengelus-elus perutku sampai aku jatuh tertidur.

Siang ini aku mengantuk sekali. Kekenyangan menghabiskan semangkuk makanan kesukaanku. Dan kelelahan bermain kejar-kejaran dengan 3 sahabatku yang berbulu abu-abu dan corak putih disana sini, kuning loreng-loreng, dan putih hitam. Aku sudah mulai grooming. Sebentar lagi kamu akan menemukan aku sudah membulat diatas keset. Mengisi ulang energi.



Aku ingin menjadi kucing saja.
Supaya tidak perlu pusing-pusing menyelesaikan tugas.
Dan tak perlu presentasi.

Wednesday, April 6, 2011

buntu

Bukan malas. Sungguh aku tidak malas. Aku betul-betul ingin selesaikan ini. Aku sangat ingin ini segera usai. Agar aku tak berhutang lagi. Bahkan pinjaman ini datangnya dari diriku sendiri. Aku tidak mau terus ditagih. Diminta pemenuhan janji.

Tapi aku luar biasa mengantuk. Aku hari ini kelebihan stok rasa kantuk. Kalau boleh, aku mau bagi sedikit untuk setiap pengidap insomnia. Biar mereka bisa tidur nyenyak malam ini. Dan hutangku bisa aku lunasi. Hari ini juga. Malam ini juga.

Ah, mata. Waktuku sempit. Tolonglah. Berdamai denganku. Jangan terus menerus memaksa untuk saling berlekatan. Berpelukan. Bercinta dengan pasangan kalian. Malam ini saja. Besok kamu boleh banyak-banyak meminta waktuku.

Huruf-huruf. Aku juga memohon bantuan kalian. Berhentilah bermain petak umpet. Tanpa kalian aling bersembunyi saja, kalian sudah berserakan dimana-mana. Aku ini butuh kalian kompak. Bersatu. Membentuk kata. Merangkai kalimat. Menyusun paragraf. Dan kalian harus jadi ilmiah.

Jariku pusing. Otakku keriting. Mengetik di lembaran putih, yang sudah berjam-jam tetap saja polos. Tombol backspace dan delete bergantian aku ketuk. Hapus lagi. Hapus terus.

Mampet. Seperti hidung yang tersumpat ketika flu. Bernafas tetap bisa. Tapi sesak. Menghirup udara tetap mampu. Hanya saja sulit.

Ide enggan menampakkan diri malam ini. Sepertinya sedang tidak enak badan. Jadi tidur cepat. Pantas saja aku terjebak di gang sempit yang buntu malam ini.

Friday, March 25, 2011

Doa Pendek

Tuhan, kasih kesehatan yang banyak
dan melimpah ya untuk
mereka yang tercinta.

Amin.

Bumi Kecil dan Mataharinya

Kalau aku ini sebuah planet yang bernama bumi, Maka Romo adalah mataharinya.

Di bumi, ada milyaran manusia. Sesak! Semua punya tujuannya masing-masing. Punya kegiatan, keunikan, keinginannya sendiri-sendiri. Bergerak bebas sesuai dengan kehendaknya. Mengejar ambisi dan mimpinya. Sibuk!

Aku ini si planet bumi. Dan sel-sel yang ada dalam tubuhku jadi milyaran manusianya.

Matahari itu memberi terang. Biarpun awan gelap dan tebal kadang berusaha keras menutupinya. Tapi matahari akan tetap saja bersinar. Memberi cahaya, sekuat tenaga yang dimilikinya supaya kita tidak tersesat dalam gelap.

Dan Romo adalah matahari yang beri terang padaku, si bumi kecil.

Matahari itu sumber energi. Kamu tahu? Matahari itu menyediakan 10.000 kali energi manusia. Dan dia berikan semua energinya itu, g.r.a.t.i.s! Ya. Begitu tulusnya dan hebatnya matahari. Tak kenal lelah. Dengan keikhlasan yang berlimpah ruah, dia bagikan energinya untukku.

Dan Romo yang jadi sumber energiku setiap hari.

Matahari itu hangat. Tanpa matahari, bumi pasti kedinginan. Percaya atau tidak, biarpun jarak bumi dan matahari bisa mencapai ribuan kilometer tapi dia sering memelukku. Tangannya panjang sekali, bisa menggapaiku dimana saja. Setiap hari dia memelukku. Hangat dan nyaman sekali. Matahari juga suka menciumku. Sampai rambutku jadi wangi matahari. Aku suka sekali!

Ya, Romo yang peluk dan cium aku setiap hari. Dimanapun dia berada. Merengkuhku penuh cinta.

Matahari itu tak kalah sibuk dengan bumi. Kesibukannya 24 jam dalam sehari, sepanjang tahun. Dia berotasi mengelilingi sumbunya. Juga bergerak diantara gugusan bintang mengelilingi pusat galaksi. Tapi sesibuk apapun, matahari selalu terbit setiap pagi untuk mengantar bumi. Dan menjemputnya kembali pada sore hari, untuk pulang ke rumah.

Dan matahari ada sumber kehidupan. Kalau matahari pergi. Bumi akan mati.


Bumi terus berotasi setiap hari,
Berputar pada porosnya.
Menjalani kehidupannya di tata surya.
Sambil berevolusi mengelilingi matahari.

Aku planet bumi.
Berotasi pada keseharianku.
Sambil terus berevolusi memutari matahari.
Mengitari Romo.
Pusat kehidupanku.

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster