Friday, March 25, 2011

Doa Pendek

Tuhan, kasih kesehatan yang banyak
dan melimpah ya untuk
mereka yang tercinta.

Amin.

Bumi Kecil dan Mataharinya

Kalau aku ini sebuah planet yang bernama bumi, Maka Romo adalah mataharinya.

Di bumi, ada milyaran manusia. Sesak! Semua punya tujuannya masing-masing. Punya kegiatan, keunikan, keinginannya sendiri-sendiri. Bergerak bebas sesuai dengan kehendaknya. Mengejar ambisi dan mimpinya. Sibuk!

Aku ini si planet bumi. Dan sel-sel yang ada dalam tubuhku jadi milyaran manusianya.

Matahari itu memberi terang. Biarpun awan gelap dan tebal kadang berusaha keras menutupinya. Tapi matahari akan tetap saja bersinar. Memberi cahaya, sekuat tenaga yang dimilikinya supaya kita tidak tersesat dalam gelap.

Dan Romo adalah matahari yang beri terang padaku, si bumi kecil.

Matahari itu sumber energi. Kamu tahu? Matahari itu menyediakan 10.000 kali energi manusia. Dan dia berikan semua energinya itu, g.r.a.t.i.s! Ya. Begitu tulusnya dan hebatnya matahari. Tak kenal lelah. Dengan keikhlasan yang berlimpah ruah, dia bagikan energinya untukku.

Dan Romo yang jadi sumber energiku setiap hari.

Matahari itu hangat. Tanpa matahari, bumi pasti kedinginan. Percaya atau tidak, biarpun jarak bumi dan matahari bisa mencapai ribuan kilometer tapi dia sering memelukku. Tangannya panjang sekali, bisa menggapaiku dimana saja. Setiap hari dia memelukku. Hangat dan nyaman sekali. Matahari juga suka menciumku. Sampai rambutku jadi wangi matahari. Aku suka sekali!

Ya, Romo yang peluk dan cium aku setiap hari. Dimanapun dia berada. Merengkuhku penuh cinta.

Matahari itu tak kalah sibuk dengan bumi. Kesibukannya 24 jam dalam sehari, sepanjang tahun. Dia berotasi mengelilingi sumbunya. Juga bergerak diantara gugusan bintang mengelilingi pusat galaksi. Tapi sesibuk apapun, matahari selalu terbit setiap pagi untuk mengantar bumi. Dan menjemputnya kembali pada sore hari, untuk pulang ke rumah.

Dan matahari ada sumber kehidupan. Kalau matahari pergi. Bumi akan mati.


Bumi terus berotasi setiap hari,
Berputar pada porosnya.
Menjalani kehidupannya di tata surya.
Sambil berevolusi mengelilingi matahari.

Aku planet bumi.
Berotasi pada keseharianku.
Sambil terus berevolusi memutari matahari.
Mengitari Romo.
Pusat kehidupanku.

Monday, March 21, 2011

25 tahun

Jam dinding baru saja berdentang 12 kali. Sudah berganti hari rupanya. Sudah jadi 21 maret. Ah, ini hari kesukaanku.

Sudah 25 tahun sejak 1986.

Sekarang ini sudah masuk tahun ke-25ku. Rasanya tak banyak berubah. Aku masih berteduh dibawah atap yang sama dengan Romo. Sama seperti pada tahun 1986. Juga seperti di tahun 2000 kemarin. Tapi pada kenyataannya, sudah ribuan detik yang berlalu. Dan banyak yang tak lagi sama.

Satu yang tak berubah. Aku masih dan selalu jadi anak perempuan kecil Romo. Yang selalu mencari dan memanggil Romo. Masih jadi anak kecil manjanya Romo.

Sudah 25 tahun Romo terus bimbing aku. Di wajahnya sekarang sudah mulau tampak raut-raut lelah. Tapi belum pernah aku lihat beliau putus asa. Aku iri dengan keteguhan hatinya. Aku sendiri mungkin sudah akan menyerah saat tersandung batu pada langkah ke-10 dari ribuan langkah perjalanan panjang yang harus aku tempuh.

Aku sering sekali ingin menangis melihat gurat-gurat letih beliau. Rasanya ingin aku gantikan saja posisinya. Biar Romo bisa bersantai saja dirumah. Bermain rubik, atau bercanda dengan kucing-kucing kesayangannya. Tapi nyatanya, sampai hari ini aku masih belum bisa. Aku masih lemah. Aku masih gagal.

Ah, mengingatnya saja sudah membuatku berlinang air mata.

Romo itu tempat berlabuhku. Entahlah bagaimana jadinya aku tanpa beliau. Mungkin jalanku akan terseok-seok. Aku pasti tersesat di dunia ini. Kalau tanpa tuntunannya, dan 25 tahun hidupku yang sudah dibangunnya dengan sempurna, aku pasti sudah terkapar, tak berdaya, duduk menangis meraung-raung di tepi jalan. Kehilangan arah. Tak punya petunjuk. Aku tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Tidak hari ini, tidak juga besok. Sampai kapanpun juga tetap tidak. Tak peduli berapapun usiaku nanti.

Di mataku, Romo masih tetap tampan, masih gagah. Begitu aku selalu memandangnya. Selalu buat aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada keabadian cintanya yang ditumpahkan padaku. Aku ingin terus bisa menjaga cinta itu. Selamanya. Terhitung sejak denyut nadiku yang pertama, hingga yang terakhir.

Ada tidak ya yang mencintaiku seperti Romo? Apa ada yang bisa membuat aku merasa dicintai dan menjadikan aku ingin terus mencintainya tanpa henti seperti yang aku selalu rasakan dari Romo? Kalau ada, aku akan kenalkan pada Romo. Dan aku akan genggam tangannya tak kalah erat dengan milik beliau.

Ini 21 maret 2011. Ini ulang tahunku yang ke-25. Rasanya aku ingin memeluk beliau, lalu mengatakan, "Aku sayang Romo. Terimakasih sudah membuat roda kehidupanku terus berputar tanpa henti."

Saturday, March 19, 2011

kutitip doa untuk ibumu


sudah beberapa hari ini ibumu terlintas terus di kepalaku. entah kenapa. apa kabarnya beliau? sudah membaikkah beliau? semoga jawabmu iya. ada sedikit rasa khawatir menyusup dalam hatiku sejak tahu ibumu sakit. dan kawatir itu masih tetap tinggal sampai hari ini.

aku belum pernah kenal betul dengan mamih, begitu kan kamu panggil beliau? hanya sebatas cerita-ceritanya saja yang selalu aku dengar darimu. tapi aku merasa mamih pasti orang yang luar biasa. hebat. karena kalau tidak begitu, kamu belum tentu jadi seperti yang aku kenal saat ini.

titip ucapan terimakasih dariku untuk mamih ya. terimakasih karena sudah memberikan aku seorang sahabat yang baik. sudah mendidikmu dan membentuk pribadimu. rasanya tanpa beliau kamu tidak akan jadi sekuat dan sesabar ini. juga terimakasih karena aku jadi punya teman yang sangat menyenangkan.

kamu yang suka sarapan kerupuk udang, membawa bekal teh pahit dalam gelas tupperware, dan berjas hujan pink. tidak lupa membeli tabloid dan jajan lumpiah basah sepulang kuliah. kamu yang catatannya sering aku culik.

aku ingin mamih segera pulih. dan operasi yang nanti akan dihadapinya lancar. biar kamu tidak sedih terus. aku tau meski tak pernah lupa untuk tertawa setiap harinya. tapi sedih seringkali menyelinap di keseharianmu. dukung mamih terus ya. biar kalian bisa duet lagi ke dapur.

aku titipkan juga doaku lewat semesta. pada langit. dan pada malam yang sunyi. biar Tuhan dengar doaku, doamu, doa kita. dan dikabulkannya.


hey, tidak boleh nangis. hapus dulu air matamu!

Sunday, March 13, 2011

marah pada matahari

aku murka. pada matahari. aku tumpahkan. amarah meluap. meletup-letup seperti api memakan kayu, menghabiskannya menjadi arang. panas. melebihi panas dirinya.

matahari hanya diam saja. dia tertunduk lesu.

kenapa aku marah, katamu? kamu ingat, waktu aku bilang rindu. ingin jumpa. ingat? sekarang putar lagi otakmu. ingat apa tanggapanmu? lupa? aku ingat dengan jelas. kamu tertawa. ya, tertawa. hahahaha, katamu.

hey, matahari. kamu tau?

kamu sudah menoreh. menggores. menghujamku dengan pisau tumpul. sekali tusuk. mantap. dalam. cairan merah segar berbau amis mengalir. menggenang di lantai kamar. bercampur dengan tetesan air.

aku yakin. kamu tidak tau, wahai matahari. kamu tidak pernah tau. kamu lihat. tapi kamu tidak sadar. kamu terlalu acuh.

dengarkan aku matahari!

jangan kamu tertawa bila aku menumpahkan kata rindu. ada perasaanku yang aku letakkan dibaliknya. aku setengah mati mengucapnya. menahan pita suaraku, agar tak bergetar saat mengatakan. memohon pada mataku sendiri untuk jangan berair.

kamu jahat. kamu lukai aku. padahal aku selalu menyukaimu karena hangatmu. cerahmu. panasmu.

kenapa sekarang ada awan kelabu di wajahmu, matahari? kamu terkejut menerima layangan tinjuku ini?awan itu untuk menutupi lebam biru yang tertinggal? buka saja awannya. biar kamu selalu bisa lihat saat kamu berkaca. lebam biru itu akan selalu jadi pengingat bagimu.

selamat malam, matahari. mungkin esok aku sudah tak marah. mungkin juga masih. berdoa saja, senyumku besok tak palsu.


It's so many miles and so long since I've met you
Don't even know what I'll say when I get to you
But suddenly now, I know where I belong
It's many hundred miles and it won't be long

~ Feist & Ben Gibbard - Train Song ~

Thursday, March 3, 2011

video gathering #30HariMenulisSuratCinta

gathering #30harimenulissuratcinta kemarin melahirkan sebuah video testimoni para penulis dan pembaca project ini.

sila disimak video persembahan dari @heykila ini. berikut video dan kutipan sepatah dua patah kata darinya yang aku kutip langsung dari tumblr-nya. selamat menonton ya!


Video Gathering Para Penulis dan Pembaca #30HariMenulisSuratCinta

dengan bangga saya dedikasikan video ini kepada para peserta #30HariMenulisSuratCinta

dengan melewati banyak kesukaran dan rintangan menghadang selama beberapa hari, akhirnya video ini selesai di edit dengan seadanya. bukan kualitasnya yang penting tapi pesan2 yang di sampaikan mereka semua yang patut di simak :D

mohon maaf untuk waktu yang agak sedikit lama

selamat menonton, siapkan makanan kecil di samping anda karna mungkin nunggu buffernya rada lama

- @heykila

Wednesday, March 2, 2011

trust

berusahalah untuk tidak merusak kepercayaan seseorang

Tuesday, March 1, 2011

challenge

go ahead and challenge your self

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster