Wednesday, February 23, 2011

tuan menghina. nyonya diam saja. saya muak!

saya tidak suka dengan yang anda lakukan, tuan. awalnya saya kira memang anda hanya sebatas bercanda. bergurau lewat kata. lama-lama terdengar seperti mengejek. tertawa anda memang seiring dengan kalimat-kalimat yang terlontar. dan tawa anda hanya mempertegas sebagaimana dangkalnya anda tidak tahu batas dalam bergurau.

dan nyonya. kenapa diam saja. tidak risih? saya bisa baca bahwa anda tersinggung. dan bersembunyi dalam tawa yang menanggapi gurauan bodoh dari tuan. apalagi dengan kata-kata "ayo, mau bilang apalagi."

anda rasis tuan. tidak bisa lihat nyonya sudah berupaya mempertahankan diri? jadi bisa tutup mulut anda tidak? saya muak dengarnya. bahkan menghindar berada di ruangan yang sama dengan anda pun tidak bisa. karena tawa anda membahana keseluruh penjuru.

ya ya. saya tau, anda pasti akan beralibi hanya bercanda. tapi tuan tidak sadar? tuan tidak lagi berada di batas bercanda. anda sudah ada di tingkat menghina. anda kelewat sombong sampai tidak sadar bahwa sudah naik tangga terus tanpa henti sampai di tingkat itu. hati-hati tuan.

nyonya, saya tahu hati anda sebenarnya terluka. maka jangan terlampau murah hati lah. bela sedikit diri anda sendiri. tak mau kan selamanya ditindas? ditindas kata-kata. sakit pasti. ayolah nyonya, bangun! tidak muak kah anda?

saya iya. padahal, siapa saya?


0 comments:

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster