Saturday, May 22, 2010

Bosan, Jenuh, Saya Mau Apa?

Bosan. Saya bosan luar biasa. Saya jenuh setengah mati.
Atau memang saya sudah mati?
Mati dari kehidupan yang hiruk pikuk.
Hilang dari kesibukan dunia.

Ah, mulai saya meracau.
Iya, saya bosan berkawan sama benda mati. Bukannya saya tidak butuh mereka, saya butuh. Sangat malahan. Terlebih karena teman saya yang punya kemampuan bernafas, bergerak, tumbuh dan berkembang, serta ciri lainnya yang membuktikan bahwa mereka betul makhluk hidup entahlah dimana. Sibuk mungkin. Yah, semua punya kesibukannya masing-masing. Tidak seperti saya.

Saya bangun setiap harinya untuk melakukan rutinitas yang sama. Setiap harinya. Yang membuat beda hanya, apa hari itu saya mau keluar rumah atau tidak. Dan sudahlah pasti saya akan sendiri kalaupun pergi.

Bukan saya gak bisa pergi sendiri. Tapi bukannya kita ini sebagai manusia tercipta sebagai makhluk sosial? Bukannya sejak SD bahkan TK itu sudah ditanamkan dengan sangat baik pada kita semua? Saya masih butuh manusia lain untuk berjalan di samping kiri-kanan saya. Yang ikut berkomentar untuk sesuatu yang kita liat, atau sesuatu yang kami anggap menarik/aneh (ini batasnya terlalu tipis).

Layar - TV, komputer, Handphone - bukan lagi menjadi sesuatu yang teramat menyenangkan untuk ditatap. Saya bosan liat acara TV yang kalau bukan sinetron pasti reality show. Bahkan keduanya gak ada bedanya. Komputer, apa yang dilihat? Browsing? Twitter? Facebook? E-mail? Game? Bosan! Itu terus yang dilihat. Handphone, apa yang mau dilihat? Berbunyi saja tidak. Sekalinya bunyi, apalagi kalau bukan dari provider yang terus-terusan promosi.

Lalu sekarang mau ngapain lagi? Masak? Siapa yang mau makan? Tidur? Udah kebanyakan. Telfon? iya 5 menit ketawa haha hihi, selanjutnya basi lagi.

Gak mau bilang pengen mati aja, karena nanti kalau di kabulkan sama Allah, pasti saya nyesel udah ngomong begitu. Tapi saya harus apa sekarang kalau begitu?

Friday, May 21, 2010

Random

So, this afternoon I was sitting on a bus heading home. then some random things starts bursting from everywhere. Some things I just found out, or realized it to be exact. And it's all about myself.

I have no problem at all being alone in a crowd. Name it, eating alone in a full restaurant. Go to a mall alone. Hanging in a coffee shop all by myself. Non of it become a problem. As long as I have a book and my Ipod is fully charged.

While, I found it a very big issue when I'm being left alone. Being neglected. Or ignored. I just can't stand it.

I easily felt lonely, and sometimes thinks nobody needs me. When those moment come, I'd think that I am perfectly lonely.

I amuse myself by playing games, finding new recipes, cooking and reading. All while listening to music.

I definitely can live without TV not without an Internet. But I still need my DVD Player.

I hate when things I've tidy up, being messed up by some other people. I don't like when people moved my things. I hate when people step on the floor I've mop. And I'd gone mad, when someone use my belongings without asking first

I'm very moody. My mood could swing so fast. It could be in the top of the mountain and in a second it'll be in the deepest sea.

I am a very sarcastic person. Especially when I'm mad. Just don't expect me to be nice to you in words, nor behaviour. My words could hurt your feelings, as a newly sharpen knife cuts your skin.

It really bothers me, when text messages I've sent aren't replied and phones aren't picked up. So be aware to your cellphone, mates. Any minute I call or text you, I expect you to notice. This is one of many things which could affects my mood badly.

I'm easily excited on things. Especially when it came to new things. New experiences. New friends. New environments. Anything new.

Yet, I'm easily bored. Monotonous routine could kill me.

I do individual sports. Swimming and running. On my sport days, twice a week, sometimes three times. I do both on the same day. Fatigue it is. Yet, I still find it extremely good to feel.

I have to read something while doing business in the toilet. A book, a comic, a newspaper, a magazine, anything. When I'm in a hurry to "go", I'll go panic if I don't find anything to read, and I'll end up bringing my cellphone and go browsing.

I like to wear something and it matches all its color. Or at least, their in one tone. I'd never go anywhere dressing in a yellow t-shirt, purple pants, with a red bag and a green shoes.

When I accomplish something, I'll treat myself with food.

I always buy Reader's Digest every month. I always thinks it's very important to have one. And I never could explain why.

I would buy a book in any price, but never for clothes, bags, shoes, nor accessories.

Wednesday, May 19, 2010

Selamat Pagi, Pemilik Hati! Selamat Tidur..

Pagi yang dinamis!

Tadi terbangun jam 4, ada sesuatu yang hilang rasanya. Aku menanti sebuah kabar yang dijanjikan kepada saya tadi malam. Sedih rasanya menemukan kenyataan bahwa yang sudah dijanjikan itu gak ada. Sudah hampir turun semua mood yang aku punya, tapi tiba-tiba, yang ditunggu itu datang. Dan senyum pun mampir di bibir aku.

Senang!

Setiap pagi, begitu aku bangun, cuma 1 yang aku ingat. Gampang ditebak, sudah pasti si pemilik hati. Yap! Sangat benar. Persis seperti status twitter seorang Fira Basuki yang terpampang di timeline pagi ini.
"Selamat pagi cinta. Kamu orang pertama. Yang terlintas di jiwa."
Rasanya bukan setiap pagi aku ingat dan memikirkan dia. tapi setiap saat. Bahkan sekarang! Haha. Gila mungkin ya aku ini. Aku ini lagaknya sudah seperti orang jatuh cinta (emang!) Atau jangan-jangan aku jadi gila karena cinta.

Aku memikirkan dia setiap paginya. Karena kadang aku gak tau dia sudah pulang atau belum. Aku suka khawatir. Gak tenang sampe aku dapet kabar dan tau persis dia dimana. Wajar menurut aku. Margaret Mead aja bilang ;
"Having someone wonder where you are when you don't come home at night is a very old human need."
Kalau aku memikirkan dia ada dimana setiap paginya, artinya aku udah memenuhi kebutuhan dia dong? mencari pembenaran, haha!

Terlepas dari aku mencari pembenaran atau gak. Aku udah tenang sekarang. Pemilik hati sedang bermain di Pulau Kapuk dan merangkai bunga tidurnya. Biar saja, nanti aku bangunkan, sebagaimana tadi dia mengingatkanku.

Sementara itu, aku mau siap-siap! Siang ini tak boleh kalah dinamisnya!

Tuesday, May 18, 2010

dan, tertahan lah...

tercekatlah aku, ketika hendak bertanya.

tanyaku sederhana,



"kapankah aku bisa bahagia?"









jawablah....

Friday, May 14, 2010

Semangat, kenapa tidak mau datang?

Sudah beberapa hari ini, semangat benar-benar enggan untuk mampir di keseharianku. Entah kenapa dia memutuskan untuk libur.

Tanpa semangat, rasanya sepi sekali. Iya, aku tau persis dia sebenernya ada. Dan pasti mau membantu saya apapun keadaannya kalau aku mau mencari dia. Tapi, aku ingin sekali, bukan aku yang harus mengemis-ngemis dan meminta dia untuk menemaniku barang 15 menit saja. Aku ingin dia tiba-tiba muncul. Setidaknya untuk membuat aku kembali bergairah.

Kata si pemilik hatiku, wajahku murung. Tak lagi bersinar dan memancarkan ceria. Aku semakin sedih karena harus membuatnya melihatku seperti ini. Rasanya tak ingin dia tau. Tapi aku selalu gagal menyembunyikan keadaanku. Matanya selalu bisa menangkap dan membacaku. Jangankan matanya, hatinya saja cepat merasakan.

Usap lembut dari tangan si pemilik hati, untuk sejenak berhasil menbuat aku melengkungkan senyum. Duduk diam disebelahnya pun bisa. Tapi aku tak bisa terus memintanya mengusapku, atau duduk disebelahku dan membiarkan aku meletakkan kepalaku di bahunya. Seolah-olah aku tumpangkan sebentar saja bebanku padanya. Yang mana aku titipkan 5 detik saja, dan aku ambil kembali, karena aku tak mau dia yang menjadi sedih.

Seperti sore ini, aku melangkah lemas di jalanan kecil yang becek dan berlumpur sehabis diguyur hujan. Hujan masih turun dengan malu-malu. Menemani aku dan si pemilik hati berjalan. Aku lingkarkan lenganku di lengannya, enggan rasanya melepaskannya. Aku masih butuh didekatnya.

Ah, cape rasanya. Lelah. Linu seluruh tubuhku rasanya.

Aku takut. Takut semangat benar-benar enggan untuk datang kembali. Sumpah, aku takut!

Semangat, dimana kamu? Kembalilah. Kalau kamu tak mau, datanglah tanpa henti kepada si pemilik hati. Biar saja dia yang membaginya denganku.

Wednesday, April 14, 2010

Cooking

Cooking is my passion.

First started to cook just when I was about 10 or 11 years old. Definitely when I was still at elementary school. And, deeply in love with cooking ever since. First cooking was Fettuccini white sauce with smoked beef. And first cookie was Katetong, or easily known as Lidah Kucing. I had so much fun in cooking. Especially when those who tried my cooking said it was very good and delicious.

Cooking is so much fun for me. A stress release. A mood lifter.

Cooking thing runs in the family. Eyang and Mom was a very good cook. I learn much from them. They made cooking looks very easy and simple, then I proof it right!

With much spare time I got, I became more and more addicted to cooking. I browse new recipes. Then trying it out, modified it, and serve it to the family. Thankfully both my mother and father fully support me.

And I got happier each time I finished cooking! Yay!

Happy cooking everyone! I'll post my recipes soon.

Saturday, April 3, 2010

Manusia

Manusia. Aku, kamu, kita, sama-sama manusia. Sulit menjadi manusia. Karena manusia penuh keegoisan. Terkadang yang dipikirkan dan diutamakan hanya keinginan, kebahagiaan, dan kepuasan diri sendiri.

Manusia kerap lupa betapa kompleks hidupnya. Betapa dia bergantung pada manusia lainnya. Berinteraksi. Bertahan hidup. Memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ada manusia. Dia senang, hidupnya menjadi melegakan ketika manusia lain begitu sabar. Begitu toleran. Begitu pengertian. Begitu perhatian.

Terbuailah dirinya. Dia pun lupa. Lupa bahwa manusia lain punya perasaan yang sama sepertinya. Yang harus dijaga baik-baik. Sebagaimana manusia lain selalu menjada miliknya. Terlupakanlah olehnya cara untuk melakukannya.

Tanpa sadar, si manusia sudah melukai manusia lain.

Kata si manusia lain,
Cobalah mengerti dan berhenti ingin terus dimengerti.
Cobalah berhenti berbicara, dan mulai mendengar.
Cobalah menyimak, bukan sekedar mengucap kata iya.
Cobalah melihat, bukannya ingin terus diperhatikan.
Cobalah lebih memahami.

Jadi manusia sulit bukan? Ternyata banyak yang perlu dilakukan.
Tapi jangan takut jadi manusia. Manusia punya akal. Manusia punya kemampuan dan keinginan. Gunakan untuk belajar. Belajar yang manusia lain katakan. Belajar selagi kesempatannya ada.

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster