Wednesday, April 13, 2011

Dan Blog Pun Jadi Terbengkalai.

Rasanya udah lama tidak posting disini. Gara-garanya lagi keasikan main di tempat lain. Mau liat taman bermain yang lagi sering aku datangi akhir-akhir ini? Ini snapshot-nya. Di klik aja kalau mau lihat gambar versi besarnya. Kalau mau ikutan main, monggo mampir. Tinggal klik tulisan dibawah gambar aja.


Yuk, kita bermain bersama!

Sunday, April 10, 2011

Katakan

Jangan lupa bilang sayang atau kangen pada orang yang kamu cintai. Kapanpun kamu punya waktu. Mana kita pernah tahu, kalau itu akan jadi yang terakhir.

Saturday, April 9, 2011

Dikecup Matahari


Hari sabtu bangun pagi. Matahari saja belum tampak. Baru saja mematikan alarmnya yang berbunyi terus menerus. Tapi dia masih malas bangun. Jadi dia goler-goler saja di kasurnya. Mengulet terus. Menarik kembali selimutnya sebatas dagu, sambil berkata dalam hatinya, "15 menit lagi ah."

Tapi aku sudah bergegas. Aku harus berangkat. Segera! Sepertiga terburu-buru, melahap roti panggang beroles butter. Menyeruput teh beraroma vanilla yang baru diseduh Ditambahkan 1 1/2 sendok teh gula. Secangkir teh setengah manis. Teh yang lucu sekali. Setengah manis.

Tidak pakai mandi. Hanya cuci muka dan ganti baju. Menjejalkan ini dan itu ke tas dengan asal. Berpamitan. Dan aku sudah duduk di belakang bapak ojeg langganan. Diboncengnya sampai ke kolam renang. Aku janji temui matahari disana pagi ini. Kita mau main air.

Sudah tidak sabar, aku jadi gembira sendiri. Bernyanyi-nyanyi dan senyum-senyum sendiri selama motor melaju. Menembus sejuknya pagi. Dingin. Udara masih berbalut embun pagi. Harum. Tapi wanginya cuma bisa ditemui sebelum matahari muncul.

Di lampu merah asik tengok kiri kanan. Berusaha mengintip kedalam mobil yang supirnya masih ngantuk. Menguap lebih dari 5x selama 1 periode lampu merah. Mungkin semalam begadang menyelesaikan laporan. Atas dia juga punya janji dengan temui matahari juga. Maka terpaksa bangun pagi. Hm, apapun cerita dia pagi ini. Aku tinggal sedikit lagi sampai. 2 belokan lagi.

Sampai ingin teriak rasanya. Matahari sudah bangun! Terasa jemarinya yang hangat mengelus wajahku. Dan mataku disilaukan sinarnya. Tunggu aku, tunggu aku, matahari. Di kolam kita jumpa ya. Hangatkan dulu airnya, biar aku tidak menggigil saat menceburkan badan kedalamnya. Ah, aku senang sekali.

Main air. Bersama matahari. Seharian. Sampai dia sendiri keringetan. Gerimis. Mungkin matahari melap keringatnya pakai tangan dan melemparnya kebawah. Maka kita kebagian gerimisnya sedikit. Lalu terang lagi. Dan aku main lagi. Sampai pusing kepanasan. Rambutku bau matahari. Di pegang, puncak kepalaku sudah panas sekali.

Aku pamit pulang. Sudah cape. Lagipula sudah hampir maghrib. Nanti matahari dimarahi semesta kalau tidak pulang kerumahnya tepat waktu. Sebelum pulang, sepertinya matahari sempat cium pipi kiri dan kananku. Karena sampai sekarang masih terus bersemu merah. Ah, hari ini aku dikecup matahari!

Thursday, April 7, 2011

Meow! Aku ingin menjadi kucing saja.

Aku ingin menjadi seekor kucing saja!

Dengan bulu yang halus dan lembut. Buluku 3 warna. Didominasi warna hitam dan putih, dengan sedikit warna kuning sebagai pemanisnya. Ekorku panjang. Aku rajin sekali grooming. Kamu bisa lihat dari buluku yang selalu bersih ini. Coba lihat mataku. Mataku bulat besar. Dengan iris berwarna hijau kebiruan.

Aku tergila-gila pada mentari yang bersinar terang. Hangat. Aku sering tertidur bermandikan matahari setelah lelah bermain bersama kupu-kupu. Berlarian mengejar capung. Bersembunyi di antara rerumputan yang tumbuh subur. Melihat bunga-bunga yang menari-nari tertiup angin. Mendengar kicau burung. Mengamati mereka berlompatan ranting ke ranting. Aku suka bermain!

Hobiku tidur. Membulat di atas alas kain. Dan makanku banyak sekali. Pantas saja perutku ini bulat. Buncit dan besar. Ah, tapi kamu jangan salah! Aku pasti masih tetap lebih lincah daripada kamu. Dan kamu akan kepayahan mengejarku.

Aku kucing yang manis dan baik. Tidak akan mengasah kuku di sofa kesayanganmu. Kalau kamu sedang asik membaca di sana. Aku pasti akan duduk disebelahmu. Menopangkan kepalaku di pahamu. Mendengkur manja. Menemanimu. Dan kamu akan mengelus-elus perutku sampai aku jatuh tertidur.

Siang ini aku mengantuk sekali. Kekenyangan menghabiskan semangkuk makanan kesukaanku. Dan kelelahan bermain kejar-kejaran dengan 3 sahabatku yang berbulu abu-abu dan corak putih disana sini, kuning loreng-loreng, dan putih hitam. Aku sudah mulai grooming. Sebentar lagi kamu akan menemukan aku sudah membulat diatas keset. Mengisi ulang energi.



Aku ingin menjadi kucing saja.
Supaya tidak perlu pusing-pusing menyelesaikan tugas.
Dan tak perlu presentasi.

Wednesday, April 6, 2011

buntu

Bukan malas. Sungguh aku tidak malas. Aku betul-betul ingin selesaikan ini. Aku sangat ingin ini segera usai. Agar aku tak berhutang lagi. Bahkan pinjaman ini datangnya dari diriku sendiri. Aku tidak mau terus ditagih. Diminta pemenuhan janji.

Tapi aku luar biasa mengantuk. Aku hari ini kelebihan stok rasa kantuk. Kalau boleh, aku mau bagi sedikit untuk setiap pengidap insomnia. Biar mereka bisa tidur nyenyak malam ini. Dan hutangku bisa aku lunasi. Hari ini juga. Malam ini juga.

Ah, mata. Waktuku sempit. Tolonglah. Berdamai denganku. Jangan terus menerus memaksa untuk saling berlekatan. Berpelukan. Bercinta dengan pasangan kalian. Malam ini saja. Besok kamu boleh banyak-banyak meminta waktuku.

Huruf-huruf. Aku juga memohon bantuan kalian. Berhentilah bermain petak umpet. Tanpa kalian aling bersembunyi saja, kalian sudah berserakan dimana-mana. Aku ini butuh kalian kompak. Bersatu. Membentuk kata. Merangkai kalimat. Menyusun paragraf. Dan kalian harus jadi ilmiah.

Jariku pusing. Otakku keriting. Mengetik di lembaran putih, yang sudah berjam-jam tetap saja polos. Tombol backspace dan delete bergantian aku ketuk. Hapus lagi. Hapus terus.

Mampet. Seperti hidung yang tersumpat ketika flu. Bernafas tetap bisa. Tapi sesak. Menghirup udara tetap mampu. Hanya saja sulit.

Ide enggan menampakkan diri malam ini. Sepertinya sedang tidak enak badan. Jadi tidur cepat. Pantas saja aku terjebak di gang sempit yang buntu malam ini.

Friday, March 25, 2011

Doa Pendek

Tuhan, kasih kesehatan yang banyak
dan melimpah ya untuk
mereka yang tercinta.

Amin.

Bumi Kecil dan Mataharinya

Kalau aku ini sebuah planet yang bernama bumi, Maka Romo adalah mataharinya.

Di bumi, ada milyaran manusia. Sesak! Semua punya tujuannya masing-masing. Punya kegiatan, keunikan, keinginannya sendiri-sendiri. Bergerak bebas sesuai dengan kehendaknya. Mengejar ambisi dan mimpinya. Sibuk!

Aku ini si planet bumi. Dan sel-sel yang ada dalam tubuhku jadi milyaran manusianya.

Matahari itu memberi terang. Biarpun awan gelap dan tebal kadang berusaha keras menutupinya. Tapi matahari akan tetap saja bersinar. Memberi cahaya, sekuat tenaga yang dimilikinya supaya kita tidak tersesat dalam gelap.

Dan Romo adalah matahari yang beri terang padaku, si bumi kecil.

Matahari itu sumber energi. Kamu tahu? Matahari itu menyediakan 10.000 kali energi manusia. Dan dia berikan semua energinya itu, g.r.a.t.i.s! Ya. Begitu tulusnya dan hebatnya matahari. Tak kenal lelah. Dengan keikhlasan yang berlimpah ruah, dia bagikan energinya untukku.

Dan Romo yang jadi sumber energiku setiap hari.

Matahari itu hangat. Tanpa matahari, bumi pasti kedinginan. Percaya atau tidak, biarpun jarak bumi dan matahari bisa mencapai ribuan kilometer tapi dia sering memelukku. Tangannya panjang sekali, bisa menggapaiku dimana saja. Setiap hari dia memelukku. Hangat dan nyaman sekali. Matahari juga suka menciumku. Sampai rambutku jadi wangi matahari. Aku suka sekali!

Ya, Romo yang peluk dan cium aku setiap hari. Dimanapun dia berada. Merengkuhku penuh cinta.

Matahari itu tak kalah sibuk dengan bumi. Kesibukannya 24 jam dalam sehari, sepanjang tahun. Dia berotasi mengelilingi sumbunya. Juga bergerak diantara gugusan bintang mengelilingi pusat galaksi. Tapi sesibuk apapun, matahari selalu terbit setiap pagi untuk mengantar bumi. Dan menjemputnya kembali pada sore hari, untuk pulang ke rumah.

Dan matahari ada sumber kehidupan. Kalau matahari pergi. Bumi akan mati.


Bumi terus berotasi setiap hari,
Berputar pada porosnya.
Menjalani kehidupannya di tata surya.
Sambil berevolusi mengelilingi matahari.

Aku planet bumi.
Berotasi pada keseharianku.
Sambil terus berevolusi memutari matahari.
Mengitari Romo.
Pusat kehidupanku.

Monday, March 21, 2011

25 tahun

Jam dinding baru saja berdentang 12 kali. Sudah berganti hari rupanya. Sudah jadi 21 maret. Ah, ini hari kesukaanku.

Sudah 25 tahun sejak 1986.

Sekarang ini sudah masuk tahun ke-25ku. Rasanya tak banyak berubah. Aku masih berteduh dibawah atap yang sama dengan Romo. Sama seperti pada tahun 1986. Juga seperti di tahun 2000 kemarin. Tapi pada kenyataannya, sudah ribuan detik yang berlalu. Dan banyak yang tak lagi sama.

Satu yang tak berubah. Aku masih dan selalu jadi anak perempuan kecil Romo. Yang selalu mencari dan memanggil Romo. Masih jadi anak kecil manjanya Romo.

Sudah 25 tahun Romo terus bimbing aku. Di wajahnya sekarang sudah mulau tampak raut-raut lelah. Tapi belum pernah aku lihat beliau putus asa. Aku iri dengan keteguhan hatinya. Aku sendiri mungkin sudah akan menyerah saat tersandung batu pada langkah ke-10 dari ribuan langkah perjalanan panjang yang harus aku tempuh.

Aku sering sekali ingin menangis melihat gurat-gurat letih beliau. Rasanya ingin aku gantikan saja posisinya. Biar Romo bisa bersantai saja dirumah. Bermain rubik, atau bercanda dengan kucing-kucing kesayangannya. Tapi nyatanya, sampai hari ini aku masih belum bisa. Aku masih lemah. Aku masih gagal.

Ah, mengingatnya saja sudah membuatku berlinang air mata.

Romo itu tempat berlabuhku. Entahlah bagaimana jadinya aku tanpa beliau. Mungkin jalanku akan terseok-seok. Aku pasti tersesat di dunia ini. Kalau tanpa tuntunannya, dan 25 tahun hidupku yang sudah dibangunnya dengan sempurna, aku pasti sudah terkapar, tak berdaya, duduk menangis meraung-raung di tepi jalan. Kehilangan arah. Tak punya petunjuk. Aku tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Tidak hari ini, tidak juga besok. Sampai kapanpun juga tetap tidak. Tak peduli berapapun usiaku nanti.

Di mataku, Romo masih tetap tampan, masih gagah. Begitu aku selalu memandangnya. Selalu buat aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada keabadian cintanya yang ditumpahkan padaku. Aku ingin terus bisa menjaga cinta itu. Selamanya. Terhitung sejak denyut nadiku yang pertama, hingga yang terakhir.

Ada tidak ya yang mencintaiku seperti Romo? Apa ada yang bisa membuat aku merasa dicintai dan menjadikan aku ingin terus mencintainya tanpa henti seperti yang aku selalu rasakan dari Romo? Kalau ada, aku akan kenalkan pada Romo. Dan aku akan genggam tangannya tak kalah erat dengan milik beliau.

Ini 21 maret 2011. Ini ulang tahunku yang ke-25. Rasanya aku ingin memeluk beliau, lalu mengatakan, "Aku sayang Romo. Terimakasih sudah membuat roda kehidupanku terus berputar tanpa henti."

Saturday, March 19, 2011

kutitip doa untuk ibumu


sudah beberapa hari ini ibumu terlintas terus di kepalaku. entah kenapa. apa kabarnya beliau? sudah membaikkah beliau? semoga jawabmu iya. ada sedikit rasa khawatir menyusup dalam hatiku sejak tahu ibumu sakit. dan kawatir itu masih tetap tinggal sampai hari ini.

aku belum pernah kenal betul dengan mamih, begitu kan kamu panggil beliau? hanya sebatas cerita-ceritanya saja yang selalu aku dengar darimu. tapi aku merasa mamih pasti orang yang luar biasa. hebat. karena kalau tidak begitu, kamu belum tentu jadi seperti yang aku kenal saat ini.

titip ucapan terimakasih dariku untuk mamih ya. terimakasih karena sudah memberikan aku seorang sahabat yang baik. sudah mendidikmu dan membentuk pribadimu. rasanya tanpa beliau kamu tidak akan jadi sekuat dan sesabar ini. juga terimakasih karena aku jadi punya teman yang sangat menyenangkan.

kamu yang suka sarapan kerupuk udang, membawa bekal teh pahit dalam gelas tupperware, dan berjas hujan pink. tidak lupa membeli tabloid dan jajan lumpiah basah sepulang kuliah. kamu yang catatannya sering aku culik.

aku ingin mamih segera pulih. dan operasi yang nanti akan dihadapinya lancar. biar kamu tidak sedih terus. aku tau meski tak pernah lupa untuk tertawa setiap harinya. tapi sedih seringkali menyelinap di keseharianmu. dukung mamih terus ya. biar kalian bisa duet lagi ke dapur.

aku titipkan juga doaku lewat semesta. pada langit. dan pada malam yang sunyi. biar Tuhan dengar doaku, doamu, doa kita. dan dikabulkannya.


hey, tidak boleh nangis. hapus dulu air matamu!

Sunday, March 13, 2011

marah pada matahari

aku murka. pada matahari. aku tumpahkan. amarah meluap. meletup-letup seperti api memakan kayu, menghabiskannya menjadi arang. panas. melebihi panas dirinya.

matahari hanya diam saja. dia tertunduk lesu.

kenapa aku marah, katamu? kamu ingat, waktu aku bilang rindu. ingin jumpa. ingat? sekarang putar lagi otakmu. ingat apa tanggapanmu? lupa? aku ingat dengan jelas. kamu tertawa. ya, tertawa. hahahaha, katamu.

hey, matahari. kamu tau?

kamu sudah menoreh. menggores. menghujamku dengan pisau tumpul. sekali tusuk. mantap. dalam. cairan merah segar berbau amis mengalir. menggenang di lantai kamar. bercampur dengan tetesan air.

aku yakin. kamu tidak tau, wahai matahari. kamu tidak pernah tau. kamu lihat. tapi kamu tidak sadar. kamu terlalu acuh.

dengarkan aku matahari!

jangan kamu tertawa bila aku menumpahkan kata rindu. ada perasaanku yang aku letakkan dibaliknya. aku setengah mati mengucapnya. menahan pita suaraku, agar tak bergetar saat mengatakan. memohon pada mataku sendiri untuk jangan berair.

kamu jahat. kamu lukai aku. padahal aku selalu menyukaimu karena hangatmu. cerahmu. panasmu.

kenapa sekarang ada awan kelabu di wajahmu, matahari? kamu terkejut menerima layangan tinjuku ini?awan itu untuk menutupi lebam biru yang tertinggal? buka saja awannya. biar kamu selalu bisa lihat saat kamu berkaca. lebam biru itu akan selalu jadi pengingat bagimu.

selamat malam, matahari. mungkin esok aku sudah tak marah. mungkin juga masih. berdoa saja, senyumku besok tak palsu.


It's so many miles and so long since I've met you
Don't even know what I'll say when I get to you
But suddenly now, I know where I belong
It's many hundred miles and it won't be long

~ Feist & Ben Gibbard - Train Song ~

Thursday, March 3, 2011

video gathering #30HariMenulisSuratCinta

gathering #30harimenulissuratcinta kemarin melahirkan sebuah video testimoni para penulis dan pembaca project ini.

sila disimak video persembahan dari @heykila ini. berikut video dan kutipan sepatah dua patah kata darinya yang aku kutip langsung dari tumblr-nya. selamat menonton ya!


Video Gathering Para Penulis dan Pembaca #30HariMenulisSuratCinta

dengan bangga saya dedikasikan video ini kepada para peserta #30HariMenulisSuratCinta

dengan melewati banyak kesukaran dan rintangan menghadang selama beberapa hari, akhirnya video ini selesai di edit dengan seadanya. bukan kualitasnya yang penting tapi pesan2 yang di sampaikan mereka semua yang patut di simak :D

mohon maaf untuk waktu yang agak sedikit lama

selamat menonton, siapkan makanan kecil di samping anda karna mungkin nunggu buffernya rada lama

- @heykila

Wednesday, March 2, 2011

trust

berusahalah untuk tidak merusak kepercayaan seseorang

Tuesday, March 1, 2011

challenge

go ahead and challenge your self

Monday, February 28, 2011

march is about to come

february is changing into march in just several hours. i'm super excited. as excited as a kitten chasing its own tail. ah, i just can't wait for march to come.

i love march. as simple as i love to tap my fingers on the keyboard. march come out as the month i mostly enjoy as long as i lived in this world. somehow it has its own fun. as much as good thing also happens in the other months. but anything good happens in march, feels so damn better.

i am planning to do something the whole next month. haven't quite figured it out tho'. it has to be something nice, something challenging, and definitely something i like. because its gonna be a little present for me. yay!

have to do some thinking right now. so see you in a bit, fellas!

Friday, February 25, 2011

gula yang merindu kopi

dalam cangkir kita berpadu. kopi hitam 3 sendok. gula pasir 2 sendok. disirami air panas, kita pun larut jadi satu. tanpa tambahan susu ataupun creamer. karena mereka hanya akan jadi pihak ketiga. cangkir itu hanya cukup untuk kita berdua saja. kombinasi 3-2 sudah jadi yang paling pas.

kamu itu kopi yang paling menyenangkan. gelap. pahit. tapi aromanya yang kuat begitu meneduhkan. membangkitkan naluriku, si gula, untuk terus mendekatimu. dan pada akhirnya kita bertemu di dalam gelas itu. aku hanya ingin memberi sentuhan manis. sedikit saja cukup. agar pahitmu sedikit tenang. tidak terlalu buas.

sudah beberapa pagi ini tidak lagi terdengar bunyi ketel tanda air sudah mendidih. cangkir pun terlungkup saja. tak menengadah di temani sendok, sambil menunggu kita datang. pagi jadi sepi tanpa kamu. ah.

rasanya ingin memecahkan tempatku bernaung ini. melihat kamu yang hanya terhalangi botol kaca. tepat disebelah botolku. berdempetan.

kopi, ada apa? kamu tak lagi pekat. apa bosan dalam botol? aku juga. bahkan aku tak lagi merasa manis. aku hambar. aku rindu berpeluk mesra denganmu dalam cangkir. tergelak dalam tawa disana. menuangkan semua cinta. saling mengulas senyum.

ah. aku harus lakukan sesuatu.

besok temui aku ya di tempat biasa. tapi sedikit lebih pagi. aku baru saja berbisik pada cangkir untuk menyiapkan penampilannya yang terbaik untuk kita. dan juga minta pada ketel untuk berteriak dengan suaranya yang paling lantang esok pagi. biar semua terbangun. biar semua bisa rasakan. kombinasi paling indah dari kopi dan gula yang saling merindu.

kopi dengan aroma kuat yang paling harum dengan rasa manis yang melengkapi.

Thursday, February 24, 2011

Hei Bung!

Aku ini perempuan penyuka kepastian. Tidak butuh abu-abu. Aku hanya mau terima hitam atau putih. Jangan kasih aku setengah-setengah. Aku tidak mau. Isi atau kosong. Tentukan. Pilih salah satu.

Jangan terlalu santai, Bung. Tegaslah pada hidupmu sendiri. Perempuan macam aku akan malas denganmu, kalau kamu tidak tahu mau jadi apa. Tentukan jalanmu, Bung. Sesekali boleh tengok peta. Tapi jangan sampai tersesat hanya karena tak bisa baca kompas, dan tak kunjung menentukan belok kiri, kanan atau terus.

Perempuan macam aku ini jenuh kalau terus harus menunggu. Hanya karena kamu terus menunda. Bung, aku memang bilang santai. Tapi bukan menggampangkan ya. Ingat! Suatu hari kamu akan menyesal pernah melakukannya.

Bisa buang kata tapi yang terlalu banyak kamu tulis di lembar kertas putih rencanamu itu? Tapi hanya akan membuatmu malas. Tapi itu bersaudara dengan alasan. Tapi dan alasan adalah kembar. Kembar identik, atau monozigotik. Terserahlah mau sebut dengan istilah yang mana. Sama saja. Keduanya berasal dari satu sel yang sama. Dibuahi. Jadi Zigot. Membelah jadi dua embrio. Berkembang di rahim yang sama. Kemudian lahir sebagai dua individu. Tapi dan Alasan. Jadi bisa ngerti kan sebagaimana miripnya mereka berdua?

Perempuan sepertiku tidak akan ragu untuk membuatmu jera dengan kebiasaanmu bertindak terlalu impulsif. Impulisif memang baik, Bung. Membuatmu jadi lebih hidup. Namun, terlalu impulsif hanya menjadikanmu manusia tanpa masa depan. Kamu jadi tidak tahu hendak berbuat apa. Istana impian penuh harapan. Jangan harap akan ada. Habis termakan sifat terlalu meletup-letup itu. Kendalikan sedikit. Kapan istananya rampung kalau pondasinya kamu pindahkan terus, Bung?

Hei Bung! Bangunlah dari tidur siangmu. Jangan terlalu nyenyak. Terbuai mimpi anda nantinya. Bangun, ingat mimpi indahmu, lalu wujudkan. Usaha! Banyak cara kalau kamu cerdik. Tetapi jangan licik. Pasti tercapai.

Aku, perempuan yang meski membenci hal-hal buruk itu. Tapi masih mau menyisakan ruang bagi anda. Kamu boleh mampir. Boleh juga tinggal. Asal kamu sudah tak ragu mau jadi orang hebat tipe yang mana.

Aku tunggu, Bung! Pintu belum saya kunci. Hanya tertutup. Ketuk dan akan saya bukakan.

Wednesday, February 23, 2011

tuan menghina. nyonya diam saja. saya muak!

saya tidak suka dengan yang anda lakukan, tuan. awalnya saya kira memang anda hanya sebatas bercanda. bergurau lewat kata. lama-lama terdengar seperti mengejek. tertawa anda memang seiring dengan kalimat-kalimat yang terlontar. dan tawa anda hanya mempertegas sebagaimana dangkalnya anda tidak tahu batas dalam bergurau.

dan nyonya. kenapa diam saja. tidak risih? saya bisa baca bahwa anda tersinggung. dan bersembunyi dalam tawa yang menanggapi gurauan bodoh dari tuan. apalagi dengan kata-kata "ayo, mau bilang apalagi."

anda rasis tuan. tidak bisa lihat nyonya sudah berupaya mempertahankan diri? jadi bisa tutup mulut anda tidak? saya muak dengarnya. bahkan menghindar berada di ruangan yang sama dengan anda pun tidak bisa. karena tawa anda membahana keseluruh penjuru.

ya ya. saya tau, anda pasti akan beralibi hanya bercanda. tapi tuan tidak sadar? tuan tidak lagi berada di batas bercanda. anda sudah ada di tingkat menghina. anda kelewat sombong sampai tidak sadar bahwa sudah naik tangga terus tanpa henti sampai di tingkat itu. hati-hati tuan.

nyonya, saya tahu hati anda sebenarnya terluka. maka jangan terlampau murah hati lah. bela sedikit diri anda sendiri. tak mau kan selamanya ditindas? ditindas kata-kata. sakit pasti. ayolah nyonya, bangun! tidak muak kah anda?

saya iya. padahal, siapa saya?


Friday, February 18, 2011

gue punya geng baru!

gue bener-bener senang dengan gathering yang gue datengin beberapa hari yang lalu. ini gathering yang pertama dan (mudah-mudahan) bukan jadi yang terakhir.

meski awalnya ragu untuk datang, karena malu. ya, malu. percayalah! orang kayak gue juga bisa malu. malunya karena gak kenal siapa-siapa pada awalnya. tapi gue bersyukur dengan amat sangat, terimakasih Allah menghilangkan rasa malu ini tanggal 15 februari kemarin. gue akhirnya bisa ketemu dengan orang-orang (baca : penulis) yang istimewa. akhirnya bisa tatap muka dengan mereka yang selama ini hanya gue temui lewat kata di dunia maya. dan ternyata mereka, mereka, *tahan nafas*, mereka luar biasa. yang pasti gue seneng banget karena gue bisa ketemu orang-orang baru yang (ternyata) punya pemikiran yang bener-bener hebat.

tapi,

yang paling bikin gue merasa riang gembira syalalala adalah gue bisa berkenalan dengan 2 orang. sebut saja mereka @heykila dan @kandelakandeli. 2 orang ini, diam-diam asik. begitu gue bilangnya. diam-diam asik itu artinya, gue kira pendiam tapi taunya asik banget. saking asiknya gue malah sampe jadi punya project bareng mereka. project ini, nanti sajalah diceritakan. posting yang lain aja. mereka ini asik banget. tulisan mereka juga ga kalah asik. yang satu tulisannya bangke, yang satunya tulisannya lucu! ya itu sih pendapat gue sendiri, boleh tilik sendiri blog mereka ya.

berkata-kata tentang kami,
kami ini lahir 15 februari 2011. masih sangat muda belia. kami ini geng LangitSore. kami ini sejenis manusia-manusia pencinta air, tapi dalam bentuk yang berbeda. air hujan dan air laut. tebak tebak sajalah yang mana yang suka yang mana. kami ini sejenis manusia-manusia kebanyakan ide, kurang realisasinya. dan project ini yang jadi semacam lem buat kami. kami ini baru bertemu, tapi rasanya seperti sudah lama kenal.

dan kami sekarang saling kangen!

~ini lah kami, teman baru, orang lama~

Wednesday, February 16, 2011

30harimenulissuratcinta, sebuah testimoni

30 hari.
menulis surat cinta.

surat cinta bukan sekedar tulisan tentang cinta. bukan hanya tulisan untuk yang tercinta. tapi sebuah rangkaian kata dimana hati dititipkan lewat tulisan. hati yang merindu. hati yang mencinta. hati yang tersakiti. hati yang memaafkan.
mengungkap rasa lewat kata. menyusun huruf menjadi kata, menjadi kalimat, menjadi paragraf, dibubuhi kasih sayang, menjadi sebuah surat. surat cinta.

surat cinta itu penuh kejujuran. karena semua perasaan digoreskan jadi tulisan. surat cinta itu tidak pernah bohong, dia akan manis saat si penulis berbunga-bunga. dia akan galak, saat empunya marah. dan dia akan penuh air mata, saat perangkainya patah hati.

30 hari.
menulis surat cinta.

menyampaikan rasa yang tersembunyi lewat surat kaleng. menunjukkan kekaguman lewat surat untuk seleb. dan menyapa para selebtwits. ya itulah 30harimenulissuratcinta.

30 hari penuh cinta di semua timeline, baik penulis, penyimak, dan pastinya para pencetus project ini. mengikuti project ini luar biasa rasanya. membaca tulisan-tulisan yang liar, imajinasi yang berkeliaran, rahasia terungkap, dan pastinya penuh cinta. ikut menulis untuk project ini betul-betul membuat gue jadi semakin lugas mengungkap cinta. semakin jujur. semakin menggebu-gebu untuk mencinta lewat kata.

jangan bilang tidak bisa menulis surat cinta. karena, tidak perlu pintar menyusun kata untuk bisa menulisnya. surat cinta hanya butuh hati untuk menyatukan semuanya, rasa dan kata.

surat cinta untuk mereka

lewatlah sudah rutinitas #30harimenulissuratcinta. usai sudah beromba-lomba dengan deadline untuk menyelesaikan surat-surat curahan cinta. tapi rupanya 2 hari setelahnya malah membuat aku jadi terkenang kembali dengan rutinitas yang jadi awal dari kegiatan menulis surat cinta.

kembali ke sekian tahun yang lalu. saat masih berlabel anak kecil, pergi ke sekolah dengan seragam putih merah. dimana masalah terbesar dalam hidup hanyalah sebatas "akan dihukum kalau tidak buat pr dan dapat nilai jelek". tahun-tahun dengan usia yang besarnya masih 1 digit, tapi bisa menghasilkan surat-surat cinta yang berlembar-lembar.

ketika pulang sekolah jadi saat-saat yang dinanti, bukan karena akhirnya selesai sekolah. tapi karena akhirnya bisa punya waktu untuk menuangkan cinta diatas kertas. ya, menulis surat cinta. surat cinta untuk mama dan romo. dua orang penting dalam hidupku. romantisme anak dan orangtua. sepercik rindu dan setuang kasih, tersimpan dalam lembaran surat cinta.

lucu kalau ingat semuanya. saat diam-diam masuk ke kamar mereka, sekedar menyelipkan surat di lemari baju. atau menggantungkannya di pegangan pintu, atau sesekali mencuri kesempatan untuk menyelipkan di antara baju. lalu kembali nonton tv atau main game, pura-pura tidak ada sesuatu. padahal hati ketar ketir menunggu lembar-lembar itu dibaca. dan kemudian aku diberi seulas senyum, serta kata-kata "makasih ya, untuk suratnya!"

kertas yang dihias, amplop yang dibuat sendiri. jadi media untuk bercerita. bertukar, ya bertukar cinta. karena sesekali surat-surat itu berbalas. sesekali mereka yang menyempatkan untuk bertukar kata denganku. luar biasa rasanya menerima balasan. meski jarang sekali dan sangat bisa untuk dihitung jumlahnya. tapi sudah cukup untuk membuat seorang bocah merasa senang, bahkan lebih rasanya daripada baru mendapatkan mainan baru. tapi sama senangnya saat baru dibelikan buku bacaan baru.

apa sih yang membuat seorang anak kecil terinspirasi untuk menulis surat untuk orangtuanya? bahkan lewat sekian belas tahun setelahnya aku masih belum bisa jawab pertanyaan ini. cuma ingin bilang sayang, mungkin. cuma pemanjangan dari sekalimat "aku sayang mama. aku sayang romo." mungkin, atau bahkan terlalu cinta sampai tidak lagi bisa berkata-kata langsung, dan membiarkan tangan yang menari-nari di kertas menuangkan semua cintanya. tidak ada inspirasi, yang ada hanya iseng. berawal dari keinginan membuat kejutan, ingin memberi sesuatu, dan hanya mampu memberi surat. sampai akhirnya jadi rutinitas.

dan sesekali rutinitas itu masih aku lakukan.

ditambah dengan kado-kado kecil. tak peduli hari apa. tak peduli ada perayaan atau tidak. tapi aku senang memberi kado untuk mereka. dari rubik untuk menambah koleksi romo, syal untuk melindungi mama dari dinginnya subuh, atau hanya kue buatan sendiri untuk teman mereka menonton tv di hari sabtu sore. sekedar 2 sachet kopi jahe kesukaan mama untuk diseduh pagi-pagi atau sari kacang hijau untuk teman diperjalanan romo pulang dari kantor. tapi yang sederhana itu jadi sarana menumpahkan cinta.

aku suka memberi mereka sesuatu. yang aku tau mereka pasti suka. aku suka menulis surat untuk mereka. karena aku bisa bilang semua lewat surat. aku suka menghabiskan semua waktuku memikirkan dan mencari ide untuk menyenangkan mereka. aku suka mereka jadi senyum karena lihat kejutan dari, karena mereka betul-betul tidak pernah menduganya.

surat cintaku terakhir tertanggal 5 februari kemarin. tepat 3 hari sebelum romo ulang tahun. tapi surat cinta yang aku paling suka tertanggal 3 september 2010. kamu boleh baca. aku akan mengutipnya.
dear mama,
ini sebentuk "hati" dariku spesial untuk mama. mudah-mudahan mama seneng terimanya. ini ungkapan terimakasih aku untuk semua yang mama udah kasih untuk aku. nasehat-nasehat, saran-saran yang mama kasih untuk aku dengan cara mama sendiri. kesempatan untuk aku belajar. semuanyaaaa... maaf aku belum bisa balas, maaf belum bisa ngasih apa-apa untuk mama. maaf kalau aku masih suka nakal. tapi sesungguhnya aku sayang sama mama dan ini "hatiku" untuk mama.
peluk&cium,
kak echi
dan
dear romo,
ini ada sebentuk "hati" dari aku untuk romo. sekedar ungkapan perasaan sayang, ucapan terimakasih, dan permintaan maaf dariku untuk romo. terimalasih untuk semua kesempatan yang romo udah kasih untuk aku sampe hari ini, untuk semua keinginan (sekecil apapun) yang selalu romo penuhi. maaf aku belum bisa balas itu semua, maaf aku belum bisa kasih apa-apa untuk romo. terimakasih untuk dunia yang romo udah bangun buat aku. mudah-mudahan romo seneng terima hati aku ini.
peluk&cium
kak echi


kedua surat ini, datang kepada mereka bersamaan dengan kue berbentuk hati yang aku bikin khusus. khusus kue kesukaan mereka. dan khusus karena aku mau menulis surat ini.

khusus. karena aku terlampau cinta mereka.

Time and Date




 

Design by Amanda @ Blogger Buster